oleh

Seribu’an Pegawai KPK Teken Petisi Tolak Capim Pelanggar Kode Etik

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Sekitar 1000 orang dari sekitar 1500 Pegawai Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) telah menandatangani petisi ‘Tolak Capim KPK Bermasalah’.
Petisi itu dibuka sejak Kamis (29/8/2019) lalu, untuk menyikapi maju
mundurnya masa depan lembaga antirasuah.
Begitu diungkapkan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap saat
jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).

“Sampai hari ini sekitar 1000 pegawai menanda tangani petisi ini dari sekitar 1.500 pegawai KPK,” kata Yudi.

Yudi mengatakan, 500 pegawai KPK lainnya belum menandatangani petisi
lantaran beberapa masih bertugas di luar kota maupun luar negeri.

“Pegawai yang belum tanda tangan bukan tidak ingin tanda tangan. Mereka
masih bertugas di luar Jakarta maupun luar negeri. Antusiasme tersebut
menunjukan bahwa kondisi darurat ini dirasakan oleh setiap insan KPK,”
ujar Yudi.

Yudi menegaskan, petisi menolak calon pimpinan yang memiliki rekam jejak
bermasalah akan menghambat proses penegakan hukum di KPK.  WP KPK
menegaskan, penolakan Capim yang melanggar etik ini muncul dari inisiasi
kolektif Pegawai KPK.

“Pimpinan yang justru memiliki rekam jejak buruk akan membawa KPK bahkan
pemberantasan korupsi yang telah dirintis oleh Pegawai dan rakyat
Indonesia sejak lebih dari 17 tahun menuju kehancuran,” ungkapnya.
Sekadar informasi, sekitar pukul 15.00 WIB nanti, Panitia Seleksi
(Pansel) Capim KPK akan menyerahkan 10 nama hasil seleksi ke Presiden.
Lebih lanjut, WP KPK mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar tidak
menetapkan 10 nama Capim KPK yang diduga melakukan pelanggaran etik
berat selama bekerja di KPK, dan memiliki rekam jejak menghambat
penanganan kasus KPK melalui teror maupun hal lainnya.
WP KPK juga meminta Presiden Jokowi tidak meloloskan Capim KPK yang tak patuh melaporkan harta kekayaannya ke KPK.
“Demikian petisi Pegawai KPK ini kami sampaikan karena kami masih
menyakini bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan mungkin berdiam diri
menyaksikan upaya pelemahan KPK,” tutup Yudi. (rmol)

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya