Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Simak Nih Guys…Pengakuan sang Topless DJ ‘Telanj*ng’, Berawal Dari…

Laporan Khusus: Menelusuri Private Party Topless DJ di Jakarta
DJ Juliet yang sedang asyik memainkan musik-musik irama EDM sambil bertelanjang dada
(Tim Jawa Pos)
SriwijayaAktual.com – TIDAK bisa dimungkiri, easy money adalah motivasi utama dalam pekerjaan-pekerjaan panas seperti topless
DJ. Duit pun bisa didapat dengan gampang karena berbekal musikalitas
tak seberapa dan keberanian tampil seronok. Hal itu juga diakui Juliet.
Dia bilang, sejak lama, dirinya mencari uang dari kehidupan malam di
Jakarta.

Sebelum menjadi topless DJ, dia adalah seorang LC dan stripper
di sejumlah kelab di ibu kota. Kemudian, dia bertemu dengan Michael,
lalu ditawari untuk diajari menjadi DJ. ’’Jadi DJ memang butuh diajari.
Kalau masalah topless-nya, nggak usah diajari. Sudah pinter,’’ seloroh perempuan yang mengaku sebagai single mother itu.

Dia menuturkan, statusnya sebagai ibu
satu anak tanpa memiliki suami juga mendorongnya mencari uang dengan
gampang dalam jumlah banyak dan cepat. Sebenarnya, itu alasan klise sih
dari cewek-cewek yang berkecimpung di dunia malam.
Setahun terakhir, dia menekuni profesi sebagai topless DJ dan mengaku betah. Kemudian, dia pun meninggalkan pekerjaan sebagai LC dan stripper.
Selain memanfaatkan uang untuk membiayai anaknya, dia harus
mengalokasikan duitnya untuk perawatan kecantikan dan membeli properti.
Misalnya, kostum-kostum unik yang dikenakan saat beraksi. ’’Ada
macam-macam kostum. Ada superhero, suster seksi, hingga seragam
sekolah,’’ jelas perempuan 27 tahun itu, seperti dilansir laman jawapos (31/12/2016).
Pengeluarannya besar. Pemasukannya juga
besar. Dia tidak menyebut secara perinci, tetapi bisa dikalkulasi.
Juliet mengakui, dirinya punya sekali jadwal untuk manggung. Dalam sebulan, minimal ada sekali undangan untuk tampil di private party. Dengan fee
Rp 6 juta sekali tampil, dalam sebulan, paling tidak dia tampil lima
kali. Jadi, dalam sebulan, dia minimal mengantongi Rp 30 juta. Dengan
dipotong fee 10 persen untuk agensi, dia masih bisa dapat Rp 27 juta.
Besarnya duit yang diterima berbanding terbalik dengan musikalitas dangkal. Tidak mengherankan, topless DJ pun dibanjiri cemoohan dari kolega sesama DJ.
Salah satunya, Tenashar, DJ seksi asal
Singapura, yang pernah dinobatkan sebagai DJ terbaik nomor 87 di dunia
oleh DJ Mag itu merasa topless DJ bisa memperburuk citra DJ
perempuan. Menurut dia, sebagai DJ, yang paling penting tetap kemampuan
bermusik. Kecantikan dan seksi itu hanya bonus. ’’Ya, memang banyak yang
bilang saya suka tampil seksi. Tapi, saya nggak mau tampil topless,’’ tegasnya. ’’Dikasih uang sedunia pun saya tolak,’’ tambahnya.
Di sisi lain, pendapat berbeda keluar dari DJ T-Sha. Mantan personel girlband
7icons tersebut menuturkan, itu adalah pilihan masing-masing. Sebab,
setiap DJ punya konsep dan pasar berbeda-beda. ’’Mereka begitu, saya
begini. Semua adalah pilihan masing-masing,’’ ucap perempuan bernama
asli Savitri Listya Widyanti Shaimoery tersebut. You right, Girl. Hidup adalah pilihan. Mau milih kedinginan karena nggak pakai atasan juga boleh kok. Wkwkwkw… (Tim JPG)

Spesial Untuk Mu :  Jokowi Hendak Uji Klinis Vaksin Corona dari China kepada 1.620 Sukarelawan. "Emangnya Mau?