oleh

Soal UAS dan Papua, Ini Pernyataan Sikap Pengurus Pusat Pemuda Katolik

-Berita-215 Dilihat

 JAKARTA, SriwijayaAktual.com   – Kondisi stabilitas bangsa yang tengah diguncang masalah jadi perhatian
Pengurus Pusat Pemuda Katolik. Baik kasus yang terkait dengan mahasiswa
Papua. Maupun, dugaan pelecehan agama yang dilakukan Ustaz Abdul Somad.
Karena itu pihak Pengurus Pusat Pemuda Katolik mencoba menunjukkan sikap
terhadap beberapa kasus yang menimpa bangsa belakangan ini.

Mereka pun berharap semua pihak bisa menyejukkan suhu yang tengah panas
ini, dengan mengedepankan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan
semua permasalahan.

Berikut pernyataan sikap Pengurus Pusat Pemuda Katolik melalui keterangan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL:

“Rumah Indonesia adalah rumah dari sebuah bangsa yang majemuk, di mana
para penghuninya memiliki kerinduan untuk hidup tenteram dan mewujudkan
kesejahteraan bersama. Ke–Indonesia–an adalah persoalan “hidup-mati”
yang diperjuangkan mati-matian oleh para pendiri bangsa.

Impian rumah Indonesia yang tenteram itu membuat para pendiri bangsa
mengalahkan ego golongannya masing-masing dengan menerima Pancasila
sebagai jalan terbaik merawat “rumah Indonesia”. Telah menjadi konsensus
nasional yang dihormati bersama meskipun mereka sadar ada banyak
perkara di antara mereka yang tetap sulit dipertemukan.

Sebuah nilai kehormatan dan jiwa besar telah diwariskan bagi penerus
bangsa dengan secara ksatria mengesampingkan kepentingan primordial demi
keuntungan bersama bagi seluruh penghuni rumah Indonesia.

Saat ini, dengan adanya peristiwa di Asrama Mahasiswa Papua-Surabaya,
Semarang, dan Malang dengan berbuah aksi balasan di Manokwari, Sorong,
dan Kaimana di Papua Barat dan Jayapura di Papua, tentu menjadi
keprihatinan kita bersama ditambah dengan dibumbui isu rasisme.

Ditambah lagi dengan video ujaran yang mengandung “pelecehan” terhadap
simbol agama umat Nasrani yang diduga dilakukan oleh Ustaz Abdul Somad.
Peristiwa ini sungguh mengusik kami sebagai bagian anak bangsa yang
memiliki harapan besar meneruskan cita–cita para pendiri bangsa.

Untuk merespons peristiwa yang berkembang saat ini maka kami Pengurus Pusat Pemuda Khatolik menyerukan:

1. Pengurus Pusat Pemuda Katolik mengimbau kepada para tokoh masyarakat,
pimpinan daerah, pimpinan agama untuk menciptakan yang sejuk dan
toleran. Segala persoalan yang ada, diselesaikan secara musyawarah dan
mufakat.

2. Semua pihak, secara khusus Pemerintah harus bisa mengatur lalu lintas
informasi media yang beredar. Karena pemberitaan ini dibombardir secara
masif dalam beberapa waktu terakhir yang justru menimbulkan keresahan
di tengah masyarakat.

3. Pemuda Katolik mendukung penuh Aparat Kepolisian untuk segera
menangkap aktor-aktor intelektual yang melakukan tindakan rasisme,
anarkis dan intoleran terkait kasus Papua dan mendukung penuh tindakan
tegas secara hukum dan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah dan
menjunjung tinggi HAM, terhadap oknum-oknum yang secara sengaja
bertindak separatisme.

4. Pemuda Katolik berharap Ustaz Somad menyampaikan permohonan maaf
secara terbuka kepada publik, untuk meredam luka kebatinan yang
dirasakan umat Kristiani. Di lain sisi, Pemuda Katolik juga akan
bersikap sama jika ada tokoh agama lain yang berlaku sama melecehkan
atau perbuatan tidak patut terhadap agama lain.

5. Pemuda Katolik mengajak organasisasi kepemudaan lainnya untuk tetap
komitmen pada Sumpah Pemuda 1928. Pemuda Katolik punya tanggung jawab
secara khusus terhadap Papua, karena banyak kader muda potensial Pemuda
Katolik ada di Papua yang berwawasan kebangsaan dan menjadi masa depan
bagi NKRI.

Jakarta, 19 Agustus 2019

Karolin Margret Natasa
Ketua Umum

Christopher Nugroho
Sekretaris Jendral” (rmol)

 

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya