oleh

SUBHANALLAH!! Kisah Bocah Muslim 14 Tahun yang Berambisi Jadi Presiden AS

-Berita-237 Dilihat
Bocah keturunan Somalia berumur 14 tahun, Yusuf Dayur, yang
bertekad menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang beragama Islam.
(Twitter Yusuf Dayur/@realYusufDayur)
NEW YORK, SriwijayaAktual.com – Penampilannya sederhana, tubuhnya belum seperti orang dewasa,
umurnya pun masih sangat belia, namun matanya memancarkan cita-cita yang
diimpikannya sejak lama, yaitu menjadi Presiden Amerika Serikat pertama yang beragama Islam. 
Adalah ia yang bernama Yusuf Dayur, remaja berusia 14 tahun keturunan
Somalia. Pada tahun 2016, namanya viral di media sosial setelah ia
dengan berani mengecam politikus ternama Partai Republik, Ben Carson.
Padahal saat itu, umur Dayur baru 12 tahun.
Melalui sebuah rekaman yang di-upload di platform pengunggah video, Dayur mengomentari ucapan Carson yang menyinggung soal Islam dan undang-undang dasar Amerika Serikat.
Kala itu, Carson yang sedang diwawancara oleh stasiun televisi NBC, adalah satu-satunya orang kulit hitam pertama yang dicalonkan menjadi presiden AS oleh partainya.
Saat ditanyai wartawan perihal Muslim yang ingin mencalonkan diri
menjadi presiden Amerika Serikat, Carson menegaskan tak akan
mendukungnya. Sama sekali tak sudi.
Pria yang kini menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Pengembangan
Kota menyatakan, Islam tidak klop dengan undang-undang dasar yang
berlaku di Negeri Paman Sam. Baginya, keyakinan yang dianut seorang
presiden harus sejalan dengan nilai dan prinsip yang berlaku di negara
tersebut.
“Saya tidak akan mendukungnya, sama sekali tidak mau,” ucap Carson dalam sesi tanya jawab bersama NBC waktu itu, Minggu 20 September 2016, dan disiarkan secara langsung.
Pernyataan pedas Carson didengar langsung oleh Dayur dan membuatnya
kecewa. Bahkan, Carson sempat mematahkan semangat bocah laki-laki itu.
Dayur tak patah arang. Dibantu oleh ibundanya, ia membalas ucapan
sang politikus dengan membuat pernyataan mengejutkan, terkait Islam,
dirinya sendiri, dan Amerika Serikat. Dalam video tersebut, Dayur
mengutarakan niatnya untuk menjadi Orang Nomor Satu di Amerika Serikat.
“Saya membuat video ini setelah mengerjakan pekerjaan rumah (PR).
Saya ingin menanggapi pernyataan Ben Carson bahwa saya akan menjadi
presiden Amerika Serikat pertama yang beragama Islam. Anda akan
melihatnya kelak,” tegas Dayur yang merupakan siswa SMA di Central
Middle School, di kawasan Eden Prairie, Minnesota.
Bocah keturunan Somalia berumur 14 tahun, Yusuf Dayur, yang
bertekad menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang beragama Islam.
(Twitter Yusuf Dayur/@realYusufDayur)
Sejak saat itulah, nama Yusuf Dayur makin dikenal publik Amerika Serikat. Ia kemudian membuat beberapa video yang menyoroti masalah politik, ekonomi dan sosial, lalu diunggahnya ke Facebook — selain platform pengunggah video. Ia juga aktif berkicau di Twitter.
Pasca lulus SMA, Dayur berencana melanjutkan kuliah dengan mengambil
jurusan kriminologi dan bertekad meniti karir di dunia politik setelah
menyandang gelar sarjana.
Saksikan videonya berikut ini:

Diskriminasi di Sekolah
Bocah keturunan Somalia berumur 14 tahun, Yusuf Dayur, yang
bertekad menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang beragama Islam.
(Twitter Yusuf Dayur/@realYusufDayur)
Di
sekolahnya, Dayur mengaku mengalami diskriminasi karena ia seorang
Muslim. Tapi hal itu tak meruntuhkan cita-citanya dan tak membuatnya
benci terhadap orang-orang yang berprasangka buruk kepadanya.

Suatu hari, kata Dayur, seorang anak mendekatinya saat ia berjalan
menyusuri lorong. Ia bertanya pada Dayur, “Mengapa orang-orangmu terus
menyerang kita tanpa alasan?” kata Dayur berkisah. Matanya mulai
berkaca-kaca.

“Saya hanya bisa diam dan berlalu meninggalkannya. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” ucapnya lirih, seperti dikutip dari MPR News, Kamis (8/3/2018).

Dayur mengatakan bahwa kepala sekolahnya baik, tidak mempermasalahkan
keyakinan yang dianutnya. Bahkan, ia mengizinkan Dayur untuk melakukan
salat lima waktu di sekolah. Begitu pula guru-guru lain. [L6]

Komentar