Berita  

“Sudah 15 Tahun Kakek ini Tinggal di Gubuk Bersama 3 Ekor Kambing”, sementara “Nenek ini Tinggal di Gubuk Reyot Sendirian”

“Sudah 15 Tahun Kakek Ini Tinggal di Gubuk Bersama Kambing”, sementara “Atas Dasar Penuhi Wasiat Suami, Nenek ini Tinggal di Gubuk Reyot”

SriwijayaAktual.com Seorang kakek bernama Sudirman (75) warga Pall
Merah Lama Kota Jambi hidup sebatangkara dan memprihatinkan di dalam
gubuk papan ukuran 2×4 meter persegi bersama tiga ekor kambing
peliharaanya.
Kakek Sudirman yang sejak 15 tahun lalu tinggal menempati gubuk yang
terletak di Lorong Mustika RT9, Kelurahan Pal Merah Lama, Kecamatan
Jambi Selatan, Kota Jambi, terlihat sedang mengurusi tiga ekor kambing peliharaanya
diatas lahan milik orang lain saat dikunjungi, Rabu (13/9/2017) dikutip dari serujambi.
Pria tua itu berasal dari Purwarejo, Jawa Tengah pergi merantau ke
Kota Jambi berdua dengan teman dan selama dua tahun sempat bekerja di
salah satu bangsal batu bata sedangkan temannya kemudian kerja ke
Kabupaten Sarolangun sehingga putus komunikasi sampai sekarang.
Kakek itu merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, dimana abang dan
adiknya sudah meninggal dunia di Jawa beberapa tahun lalu dan kegiatan
sehari-hari sang kakek hanya menjual kangkung liar yang tumbuh di depan
gubuk tempat tinggalnya untuk bertahan hidup dan mencari rumput untuk
makan kambing miliknya.
“Sudah 15 tahun kakek Sudirman tinggal di gubuk ini dan tidak pernah mendapat bantuan,” kata Maulana Rahman (56).
Rahman selama ini sering membantu sang kakek untuk biaya kehidupannya dengan memberikan kebutuhan pokok atau sedekah.
Ia berharap, agar Pemerintah Kota Jambi bisa memberi bantuan kepada
Sudirman. Ia telah mencoba menghubungi pihak keluarga di Jawa, namun
pria itu tidak bersedia pulang tanpa memberikan alasan kepada pihak
keluarga disana. 
#Atas Dasar Penuhi Wasiat Suami, Sarinah Tinggal di Gubuk Reyot.
Sementara, nenek Sarinah (85), janda warga RT 03 RW 02 Dusun Nadri Desa Krendetan,
Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) tinggal di gubuk reyot seorang
diri. Ada dua alasan yang menbuatnya memilih laku sederhana itu, gubuknya
dekat masjid dan memenuhi wasiat almarhum suami.

Perempuan itu enggan tinggal bersama dua anaknya yang berumahtangga
di Krendetan.  Kasanudin (63) dan Asmungi (60) tetangga nenek Sarinah berulangkali mengajak tinggal bersama,
namun Nenek Sarinah selalu kembali. Padahal rumah tersebut sudah diambrukkan Kasanudin
karena reyot dan tidak ada yang menempati.
“Sering saya ajak pulang, tapi tidak betah, maunya tinggal di bekas
rumah kami dulu,” kata Kasanudin, Sabtu (9/9/2017), dikutip dari KRjogja.
Untuk memperbaiki, Kasanudin dan Asmungi tidak mampu karena
penghasilan tidak menentu. Akhirnya Kasanudin dan warga sekitar
membangun gubuk sederhana berukuran 3 x 4 meter. Dindingnya dari anyaman
bambu, beratap genting tua dan berlantai tanah. Lima tahun terakhir
Sarinah tinggal sendirian.
Guna mencukupi kebutuhan harian, Kasanudin dan Asmungi mengirim
makanan untuk Sarinah. Selain itu, sejumlah tetangga juga membantu.
“Bisa dikatakan, simbok tidak pernah telat makan,” ujarnya.
Sementara Sarinah mengaku, dirinya memaksakan diri tinggal di gubuk sederhana karena
lokasinya dekat masjid. Kedekatan itu memudahkan aktivitas ibadah baik
salat atau mengaji. “Dekat masjid, gampang mau salat jamaah. Suami dulu
pernah berpesan pada saya untuj tidak pergi-pergi dari Nadri,”
tandasnya.(***)

Spesial Untuk Mu :  Pribadi Jokowi Diserang, PDIP Nyatakan Tidak Tinggal Diam!