oleh

Susilo Bambang Yudhoyono Diperiksa Penyidik Bareskrim Polri

-Berita-294 Dilihat
SBY [dok/net]

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Penyidik Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
sebagai pelapor kasus pencemaran nama baik yang dilakukan pengacara
terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto, Firman Wijaya. Pemeriksaan
Presiden keenam Indonesia ini dilakukan di kediamannya daerah Mega
Kuningan, Jakarta Selatan.
Sekretaris Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, MM
Ardy Mbalembout mengatakan, penyidik Bareskrim Polri langsung mendatangi
kediaman SBY sebelum diadakannya Rapimnas Partai Demokrat digelar.
Rapimnas Partai Demokrat diselenggarakan di Sentul International
Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Sabtu hingga Minggu
tanggal 10 hingga 11 Maret 2018.
“Sudah (SBY diperiksa) dua minggu lalu sebelum Rapimnas. Langsung ke
rumah ya, penyidik langsung datang ke rumah di Mega Kuningan,” kata Ardy
di Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir,
Jakarta Pusat, Selasa, (20/3/2018).
Dalam pemeriksaan tersebut, kata Ardy, SBY dimintai keterangan selama
kurang lebih tiga jam oleh penyidik dengan 15 pertanyaan. Selama tiga
jam itu, SBY mengungkapkan perasaan dizalimi dan fitnah atas tudingan
Firman Wijaya.
“Kalau yang saya lihat itu ada sekitar lebih dari 15 butir
(pertanyaan). Pertanyaannya normatif saja. Apa yang dia alami. Intinya
yang Beliau alami hari ini kan Beliau merasa dizalimi. Keluarga merasa
nama baiknya tercemarkan dan Beliau mengatakan apa yang dituduhkan semua
adalah fitnah. Intinya itu, Beliau menegakkan kebenaran dan keadilan,”
ujar Ardy.
Sebelumnya, Firman Wijaya dilaporkan SBY karena dianggap memberi
keterangan yang tidak sesuai di Pengadilan Tipikor. Kepada awak media,
Firman menyatakan Mirwan Amir menyebut nama tokoh besar yang
mengintervensi kasus e-KTP.
Nama tokoh besar itu dianggap sebagai SBY yang saat itu menjabat
sebagai Presiden dan juga akan bertarung dalam Pilres 2009-2014.
Atas pernyataan itu, Firman dilaporkan telah melakukan tindak pidana
fitnah, mencemarkan nama baik SBY di depan publik baik melalui media
elektronik maupun media online sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 310 ayat 1 jo Pasal 311 KUHP Pasal 27 ayat 3
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi
dan Transaksi Elektronik. (ak/viva)

Komentar