oleh

Tabligh Akbar & Kongres Umat Islam

-Berita-302 Dilihat
ilustrasi/net

MEDAN-SUMUT, SriwijayaAktual.com – Tabligh Akbar Kongres Umat Islam (KUI) yang akan
dilaksanakan di Lapangan Asrama Haji Medan, Jumat (30/3/2018) nanti
bakal dihadiri 3 ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat.
Pada tabligh akbar itu akan menghadirkan Prof Dr H Yusril Ihza Mahendra
dan Prof Dr H Amin Rais sebagai pembicara kuncinya. Selain Yusril dan Amin Rais, juga tampil sebagai pembicara Mayjen TNI Kivlan Zein, 
Dr Rizal Ramli, Bachtiar Chamsyah dan tokoh lokal Sumut Dr Masri
Sitanggang (Ketua Umum GIP NKRI), Ketua Muhammadiyah Sumut Prof Dr
Hasyimsyah Nasution dan PW Alwashliyah Sumut Prof Syaiful Akhyar Lubis,
Ketua PW Ittihadiyah Prof Dr Syafurddin, MPd.
“Kami
mengundang seluruh umat Islam di Sumut untuk menghadiri kegiatan kongres
ini,” ujar Ketua Panitia Kongres Dr Masri Sitanggang, MP didampingi
Sekretaris Drs Ali Amran Tanjung, SH, Wakil Sekretaris Chairul Munadi
SH, MH,  Bendahara M. Idris SH MH di Sekretariatnya di Asrama Haji
Medan, Jumat (23/3/2018).
Dikatakannya, kegiatan ini
diharapkan bisa menyamakan persepsi para pemimpin Islam, tokoh umat,
para cendekia dalam memandang ke-Islaman dan kebangsaan dalam bingkai
NKRI.
“Diharapkan, akan lahir langkah-langkah
kongkrit para pemimpin umat untuk mengambil solusi terhadap persoalan
yang ada,” paparnya sembari menyampaikan thema kongres “Penguatan
ukhuwah, peran politik dan sosial ekonomi umat Islam guna menyelamatkan
NKRI”.
Kegiatan kongres ini akan di bagi dua yakni
pra kongres yang membahas pokok pikiran yang akan dibahas pada sidang
komisi kongres.
Forum Grup Diskusi (FGD) dengan tema
materi organisasi, diskusi langkah-langkah ukhuwah Islamiyah di PW
Alwashliyah Sumut, peningkatan ekonomi umat di PW Ittihadiyah Sumut,
peran ideologi, politik, budaya, hukum Islam di MUI Kota Medan Dr Masri
Sitanggang, MP.
Lebih lanjut dikatakannya, putusan kongres yakni terbangunnya
kesamaan persepsi di kalangan umat Islam di Sumut khususnya para
pimpinan ormas Islam,  para intelektual dan para intelektual serta para
aktivis pergerakan Islam tentang perlunya penguatan kesatuan umat, peran
politik, sosial ekonomi umat Islam untuk menyelamat NKRI.Meneguhkan sikap keagamaan umat Islam terhadap faham komunis.
Lahirnya, keputusan kongres di bidang persatuan umat di Sumut, politik dan sosial ekonomi.
Kemudian
terbentuknya, satuan aksi atau Badan Pekerja Kongres Umat Islam di
Sumut yang memungkinkan hasil kongres ditindak lanjuti dalam bentuk
kerja nyata.
“Terjadinya kesatuan aksi antisipatif
Umat Islam-TNI terhadap ancaman kembalinya komunisme dan organisasinya,”
paparnya sembari menyampaikan KUI ini diprakarsai sejumlah ormas Islam,
antara lain Gerakan Islam Pembela (GIP) NKRI, Alwashliyah,
Muhammadiyah, Ittihadiyah, tokoh NU dan lainnya khususnya para alumni
212.

Sedangkan para peserta selanjutnya organisasi pemerakarsa juga jajaran MUI serta ormas lainnya.
Kegiatan ini murni dari swadaya umat dan tidak melibatkan para calon Pilgubsu dan Pilkada di Sumut. (ak/ds)

Komentar