oleh

Tafsir Ar-Rum Ayat 21 Tentang Sakinah, Mawaddah, dan Rahmah dalam Pernikahan

-Berita-12 views
loading...

SriwijayaAktual.com –  Pernikahan merupakan bagian dari ajaran Islam dan termasuk sunnah
Rasulullah Saw yang beliau sebut dapat menyempurnakan separuh agama.
Namun pernikahan yang seperti itu perlu terbentuk dari perpaduan
sakinah, mawaddah dan rahmah. Apa maksudnya?
Allah Swt menyebutkan dalam firman-Nya:
وَمِنْ
آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا إِلَيْهَا
وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ
لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu
sendiri, supaya kamu merasa tenang dan tentram kepadanya, dan
dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang
demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir
. (QS. Ar-Rum: 21)
Menurut
ayat tersebut, pernikahan merupakan keterpaduan antara ketentraman
(sakinah), penuh rasa cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah).
Lebih jauh, Imam Fakhruddin Ar Razi dalam Tafsir Mafatihul Ghaib
menjelaskan bahwa sakinah adalah rasa tenang dan tentramnya hati yang
dirasakan dan didapatkan dari pasangan, tidak hanya istri bagi suami
juga sebaliknya suami bagi istri.
Sebab istri bisa menjadi tempat
suami mendapatkan ketentraman jika istri mendapatkan ketentraman pula
dari suami. Hal ini timbul dari mawaddah, yang Ar Razi jelaskan sebagai
rasa cinta kasih yang tercurahkan untuk pasangan. Serta dari rahmah,
rasa kasih sayang yang mengalir dari pasangan.
Sementara menurut Imam Qurthubi dalam tafsirnya,
rasa sakinah atau ketentraman dalam rumah tangga yang dirasakan suami
dari istri akan terlahir dari mawaddah; rasa cinta kasih yang terlahir
dari sifat lahiriyah, dan dari rahmah; kasih sayang yang bersifat
batiniyah dari sang suami. Hal ini yang menjadikan pernikahan melahirkan
rumah tangga yang harmoni walau uban memutih dan raga mulai  masai.
Sebagaimana dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas yang dikutip Imam Qurthubi dalam tafsirnya,
عن ابن عباس قال : المودة حب الرجل امرأته ، والرحمة رحمته إياها أن يصيبها بسوء .
Dari Ibnu Abbad berkata, “Mawaddah
adalah rasa cinta kasih seorang laki-laki untuk perempuannya, sementara
rahmah adalah kasih sayang yang hanya diperuntukkan bagi perempuannya
dalam kondisi sepahit apapun.”
Berdasarkan uraian di atas, jelas sekali bahwa pernikahan
bukan hanya pernyataan di atas hitam dan putih pengesahan Kantor Urusan
Agama. Lebih dari itu, pernikahan merupakan proses suci bersatunya dua
hati dan jiwa yang saling mengasihi dalam ridha illahi. [*]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed