oleh

Tagihan Iuran BPJS Kesehatan Naik, Menkes RI Nila Moeloek: Harusnya Masyarakat Terima Kasih

-Berita-272 Dilihat

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Isu kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS)
Kesehatan kembali ramai diperbincangkan. Usulan Menteri Keuangan Sri
Mulyani untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan juga belakangan ditolak
sejumlah pihak. 
Penolakan tersebut di antaranya juga
datang dari Komisi IX dan Komisi XI DPR. Kedua komisi itu menolak
kenaikan iuran BPJS Kesehatan kelas III dari kalangan Peserta Bukan
Penerima Upah atau PBPU) dan Bukan Pekerja atau BP. 
“Komisi IX dan Komisi XI DPR mendesak pemerintah untuk segera mengambil
kebijakan untuk mengatasi defisit DJS (Dana Jaminan Sosial) kesehatan
2019 yang diproyeksikan mencapai Rp32,84 triliun,” kata Wakil Ketua
Komisi XI, Soepriyanto.
Terkait penolakan tersebut, Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta
masyarakat mengerti dengan kondisi yang terjadi saat ini. Nila meengatan
bahwa sebetulnya masyarakat banyak yang terbantu dengan layanan BPJS
Kesehatan. 
“Bukan ditolak ya tapi harus dimengerti bahwa memang
BPJS sudah membuktikan kalau kita itu banyak yang sakit, jadi banyak
yang diobati sedangkan penerimaan tidak sesuai dengan pengeluaran itu
yang harus dimengerti betul,” kata Nila saat ditemui di Gedung Manggala
Wanabakti, Selasa, (3/9/2019). 
Nila memaparkan bahwa di tahun 2018 sebanyak 233,5 juta orang
memanfaatkan yang sudah fasilitas kesehatan. Oleh karenanya, Nila
meminta masyarakat harusnya berterima kasih terkait layanan tersebut. 
“Harusnya
kita berterima kasih sudah ada payung untuk masyarakat terutama untuk
PBI karena pemerintah memberikan 96,8 juta jiwa tidak bayar yang bayar
pemerintah.
Lebih jauh, Menkes mengatakan bahwa layanan BPJS
Kesehatan sendiri tidak gratis, melainkan pemerintah harus
membayarkannya. Menurutnya itu pun masih tidak cukup. Hal itu yang
kemudian membuat PBI ditambah  ditambah dari 23 ribu menjadi 42 ribu.
“Tapi jaminan kesehatan azasnya asuransi gotong royong jadi bagi yang mampu tolong bantu yang tidak mampu,” Tandasnya Nila. [ *]

Komentar