oleh

Tahun 2016 Ini, Pembangunan Flyover Simpang Bandara-TAA & Simpang Keramasan Siap Dimulai

Simpang Bandara-TAA (Ilust/Ist)

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI melalui Balai
Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III pada Juli 2016 ini
mulai membangun dua jalan layang atau flyover di Simpang Keramasan dan
Simpang Bandara-Tanjung Api Api. Pengerjaan dua flyover tersebut
ditargetkan selesai pada penghujung 2017 kedepan.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III, Thomas
Setiabudi Aden menuturkan, dua jembatan layang tersebut merupakan salah
satu infrastruktur pendukung diselenggarakannya Asian Games 2018
mendatang. Dua flyover tersebut diyakini dapat memecah kemacetan yang
sering terjadi di dua persimpangan tersebut.
“Seharusnya pengerjaan dimulai sejak Maret lalu. Tapi karena proses
administrasinya cukup memakan waktu,makanya pengerjaannya agak mundur.
Namun tetap optimis kami selesaikan tepat waktu,” tuturnya usai
penandatanganan kontrak paket pembangunan flyover Simpang
Bandara-Tanjung Api Api dan paket pembangunan flyover Keramasan di Hotel
Novotel, Jumat (29/7/2016).
Kepala BBPJN wilayah III Thomas Setia Budi melakukan penandatanganan
kontrak paket pembangunan fly over Simpang Bandara-Tanjung Api-Api dan
fly over Simpang Keramasan. (Foto/Istimewa)
Pihaknya akan mengintruksikan kepada para kontraktor untuk kerja
ekstra dan mengebut pembangunan. Targetnya yakni sudah bisa dilewati
pada akhir 2017 dan 100 persen selesai pada Maret 2018 mendatang.
Kontraktor yang menang untuk lelang dinilai memiliki track record
yang baik sehingga mampu menyelesaikan pembangunan sesuai targetnya.
Yakni PT Modern Widya Tehnical untuk flyover Simpang Bandara-Tanjung Api
Api, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk flyover Simpang Keramasan.
Sementara untuk konsultan perencana, pihaknya menggandeng PT Anugerah
Kridapradana untuk  kedua proyek tersebut.
Selain dua flyover itu, BBPJN Wilayah III juga akan membangun dua
flyover yakni flyover Bantaian dan flyover Gelumbang. Dua flyover itu
dibangun sebab terletak di perempatan dan bersinggungan dengan
perlintasan kereta api.
“Kami sedang menunggu lelangnya, direncanakan dibangun pada tahun ini
juga. Tapi targetnya tidak sama dengan flyover Simpang Keramasan dan
Simpang Bandara-Tanjung Api Api, melainkan 2018 karena bukan lokasinya
di luar Kota Palembang. Dana yang dikucurkan untuk dua flyover ini Rp230
miliar,” ujarnya.
Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Provinsi Sumatra
Selatan I Gusti Bagus Surya Negara mengatakan, sarana jalan dan jembatan
yang ada di Palembang sangat penting dalam upaya pengembangan wilayah
dan peningkatan ekonomi atau kesejahteraan rakyat.
“Dengan pembangunan dua flyover ini, dapat menghubungi dan
melancarkan pergerakan lalu lintas wilayah dalam kota terutama memecah
arus lalu lintas di pusat kota,” ucapnya.
Flyover Keramasan dikerjakan dengan sistem tahun jamak selama tiga
tahun, di mana 300 meter pada 2016, 336 meter pada 2017 dan 14 meter
pada 2018. Sementara untuk jalan layang Simpang Bandara-Tanjung Api Api
memiliki pengerjaan yang sama, dengan tiga tahun jamak, dimana pada 2016
dikerjakan 300 meter, 2017 dikerjakan 150 meter dan 2018 dengan 10,7
meter.
Plt Sekertaris Daerah Kota Palembang Kurniawan mengatakan, dalam
pembangunan jalan layang Simpang Keramasan tidak ada pembebasan lahan,
karena pembangunan dikerjakan diatas lahan milik negara. Namun untuk
Simpang Bandara-Tanjung Api Api mengenai sejumlah lahan dan bangunan
semi permanen milik warga Palembang.
“Hanya sejumlah lahan dan bangunan saja, sekitar 3.000 meter persegi
yang terkena dampak pembangunan flyover Simpang Bandara-Tanjung Api Api.
Ini yang akan kita bebaskan, tahun ini ada dana APBD senilai Rp9 miliar
untuk pembebasan lahan ini, dan harus selesai tahun ini juga. Sejauh
ini kita sudah sosialisasi dan masyarakat sudah setuju terkait ini,”
jelasnya. (*).

Source, Beritapagi

Komentar