oleh

Tanah Adat Dirampas, Emak-Emak Protes & Aksi Telanj*ng

-Berita-853 Dilihat

Tanah Adat
Dirampas, Emak-Emak Aksi Telanjang di Toba Samosir

TOBA SAMOSIR-SUMUT, SriwijayaAktual.com  – Sejumlah kaum ibu di Desa Sigapiton,
Kecamatan Ajibata, Toba Samosir melakukan aksi telanjang menghadang
upaya pelebaran jalan yang dilakukan di kawasan yang diklaim sebagai
tanah adat mereka.

Aksi kaum ibu tersebut terjadi saat alat berat akan melakukan pelebaran
jalan menuju kawasan Wisata the caldera yang dikembangkan Badan
Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Kamis (12/9/2019).

Bentrok antar warga dan petugas juga tidak terelakkan. Karena pihak
pemerintah tidak menghentikan upaya pelebaran. Upaya penghadangan warga
terhadap pelebaran jalan tidak berhasil.

Sebagai aksi protes, kaum ibu meluapkan emosi dengan membuka pakaian
mereka sebagai perlawanan terhadap kebijakan yang menurut mereka
perampasan hak atas tanah wilayat mereka.

Salah seorang warga yang dihubungi, Gohan Butarbutar mengaku kecewa
dengan cara komunikasi yang dibangun pemerintah kepada warga. Upaya
pengembangan wisata kawasan Danau Toba yang selama ini dirasa kurang
melibatkan masyarakat.

“Pihak BPODT mau buka lahan, mau buka jalan dan daerah pariwisata. Lahan
itu diatas persawahan pertanian warga masyarakat setempat. Jadi ada
upaya pemaksaan dari pemerintah,” teranganya.

Upaya penghadangan dilakukan oleh puluhan warga dan meminta pemerintah
untuk menunda rencana tersebut sebelum ada kesepakatan. “Aksi warga
bahkan dilakukan dengan membuka baju (telanjang) sebagai bentuk protes
keras dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah terhadap lahan milik
warga,” tambahnya.

Mereka mengaku bahwa pihaknya terus berupaya menyelamatkan tanah wilayat
mereka. “Upaya-upaya menghadang terus kami lakukan. Aksi telanjang
sampai dilakukan ibu-ibu. Sekali lagi ini bentuk tidak setujunya kami,”
tambahnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, melalui Kepala Bagian
Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Robinson Siagian mengatakan, tidak ada
penggusuran atau upaya pemaksaan yang dilakukan. Apa yang dilakukan
adalah bagian dari upaya pembangunan.

“Tidak ada penggusuran. Saya juga sedang dilokasi kejadian. Jadi tidak
ada penggusuran, itu pembukaan jalan. Itu pembukaan jalan dari Sibisa
menuju Sigapito,” jelasnya.

Pembukaan jalan ini adalah dalam rangka pengembangan pariwisata di
kawasan Danau Toba di Desa Sigapiton. “Jalan ini ada sepanjang 1,9
Kilometer. Jadi sebenarnya inikan tanah pemerintah, dalam hal ini
kehutanan,” jelasnya. [gt]

Komentar