oleh

Teriak’an dan Lemparan Batu Sambut Gubernur Enembe dan Khofifah ke Wisma Mahasiswa Papua di…

-Berita-280 Dilihat
Suasana Jalan Kalasan Nomor 10 Kota Surabaya usai pengusiran Gubernur
Papua dan Jatim yang akan mendatangi Asrama Mahasiswa Papua.
[Suara.com/Dimas Angga P]

SURABAYA-JATIM, SriwijayaAktual.com  – Penolakan kunjungan dari pejabat
Pemerintah Indonesia yang berkunjung ke Asrama Mahasiswa Papua di Jalan
Kalasan Nomor 10 Kota Surabaya kembali terjadi. Kali ini rombongan
Gubernur Papua Lukas Enembe ditolak menemui penghuni.

Kehadiran rombongan Gubernur Papua tersebut mendapat penolakan keras
dari mahasiswa yang bahkan melakukan pelemparan batu dari dalam asrama
serta memukul kursi lipat ke pagar untuk mengusir rombongan, Selasa
(27/8/2019) malam.

Dari dalam halaman, penghuni Wisma tersebut berteriak ke arah rombongan
Gubernur Papua beserta Gubernur Jawa Timur dan media yang hadir.

“Baca ini, baca ini baca. Bisa baca atau tidak,” ujar para mahasiswa
sambil menunjuk spanduk bertuliskan ‘Siapapun yang Datang Kami Tolak.’
teriak mereka.

Selain itu, mereka juga menginginkan rombongan Gubernur Papua dan Jawa Timur, untuk melepas aksesoris berbentuk Garuda.

‘Lepas Garuda dulu kalau ke sini. Lepas Garuda,’ dan teriakan ‘Indonesia penjajah,’ terdengar teriakan tersebut.

Karena mendapat perlakuan tidak baik, Gubernur Papua Lukas Enembe dan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beserta rombongan seperti
Kapolda Jatim serta Kapolrestabes Surabaya, langsung meninggalkan lokasi
yang berada di Jalan Kalasan Surabaya ini.

Selain itu, pagar Wisma tersebut saat ini sudah memasang spanduk Referendum is solution.[sa]

Komentar