oleh

terkait Kasus Antasari, Politisi Demokrat ini, Ingatkan Kapolri Jangan ‘Bermain Api’

-Berita-195 Dilihat
Dok: Benny K Harman

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Politisi Partai Demokrat, Benny K Harman mengingatkan Kapolri
Jenderal Tito Karnavian agar mengusut tuntas kasus pembunuhan Bos PT
Putra Rajawali Banjaran,  Nasrudin Zulkarnaen yang mengakibatkan mantan
ketua KPK Antasari Azhar menjalani hukuman tujuh tahun, enam bulan
penjara. 
“Kami desak kapolri menunjukkan netralitas dan tidak ada
permainan kaitan Antasari Azhar ke Mabes Polri. Jangan bermain api.
Jangan munafik, jangan munafik,” kata Benny Benny saat rapat kerja
Komisi III DPR RI dengan Kapolri di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/2/2017). 
Kepada wartawan, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta 14 Februari 2017 kemarin,  Antasari menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), merupakan otak
dibalik kriminalisasi terhadap dirinya dalam kasus pembunuhan Nasrudin
Zulkarnaen tahun 2009. SBY marah karena Antasari menolak permintaan
Cikeas untuk tidak menahan besan SBY, Aulia Pohan yang tersangkut kasus
korupsi aliran dana Bank Indonesia. Penolakan Antasari disampaikan
melalui utusan SBY, yakni Hary Tanoe, yang kini menjadi Ketua Umum
Partai perindo. Namun, SBY telah membantah semua tudingan Antasari. 
Menurut Benny, Antasari justru difasilitasi oleh Mabes Polri
untuk merusak kewibawaan dan citra presiden ke-6 RI itu. “Kebetulan
putranya menjadi salah satu paslon gubernur DKI Jakarta. Kejam. Politik
kejam. Tapi lebih kejam lagi institusi kepolisian yang saudara pimpin,”
kata Benny kepada Tito. 
Bac Juga Ini; Kapolri: Yang Dilaporkan Antasari itu Pihak Polri, Bukan SBY
Wakil Ketua Komisi III DPR itu juga mengindikasikan kuat Polri digunakan oleh
kekuasaan dan ikut berpolitik praktis. Contohnya, saat sekelompok
mahasiswa berunjuk rasa ke kediaman SBY di Mega Kuningan, 6 Februari 2017 
lalu. 
“Mungkin saudara Kapolda membiarkan kelompok masyarakat
mengatasnamakan mahasiswa menggeruduk rumah pribadi presiden Indonesia
keenam. Tujuan jelas sama. Keberpihakan secara halus. Ada invisible
kekuasaan yang bermain di situ,” pungkasnya  Benny. (*) 

Sumber, rimanews

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya