oleh

Terungkap!! Jasa Presiden ILC Bang Karni Ilyas Dibalik Terpilihnya Jokowi di Tahun 2014

-Berita-262 Dilihat

JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Siapa sangka, Karni Ilyas pernah membuat pengakuan
mengejutkan tentang peran besarnya dalam mengorbitkan Joko Widodo atau
Jokowi menjadi Presiden pada 2014 silam.
Karni Ilyas blak-blakan di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (24/4/2018) malam.
Apa yang disampaikan oleh Karni Ilyas dalam kesempatan tersebut
merupakan kenangan yang terjadi empat tahun silam, menjelang Pemilihan
Presiden (Pilpres) 2014.
“Saya punya kenangan terhadap calon presiden dan calon wapres,” ujar Karni Ilyas.
“Kenangan ini yang belum pernah saya buka ke publik, malam ini saya
akan bikin testimoni untuk ini,” imbuhnya, disambut tepuk tangan hadirin
di ILC.
Dalam kesempatan tersebut, Karni Ilyas mengaku pernah ditemui oleh
utusan dari Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati
Soekarnoputri.
Yang menjadi utusan Megawati saat itu adalah Rini Sumarno.
“Tahun 2014 sebelum calon-calon presiden dan cawapres dimasukan atau
didaftarkan, seorang utusan Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP) Ibu Megawati Soekarnoputri, utusannya bernama ibu Rini Sumarno
minta ketemu saya, dan saya temui waktu itu di kawasan Kuningan,” ungkap
Karni Ilyas.
Karni Ilyas mengatakan, suasana politik saat itu santer membicarakan mengenai sosok-sosok yang berpeluang maju Pilpres.
Tiga sosok yang paling menyeruak saat itu adalah Ketua Umum Partai
Gerindra, Prabowo Subianto, Megawati dan Gubernur DKI Jakarta saat itu,
Joko Widodo (Jokowi).
“Pertemuan pertama tersebut, waktu itu calon yang santer didiskusikan
oleh publik yaitu Jendral Purn. Prabowo Subianto, ataukah yang akan
dipilih ibu Mega, tapi besar juga yang mendukung pak Jokowi,” ujarnya.
Rini Sumarno lantas bertanya kepada Karni Ilyas, mengenai sosok yang tepat untuk dipilih PDIP maju Pilpres 2014.
“Ibu Rini Sumarno bertanya kepada saya, atas perintah dari ibu
Megawati, menurut saya siapa yang lebih tepat menjadi calon PDIP, pak
Jokowi atau ibu Mega?,” kata Karni Ilyas menirukan pertanyaan Rini
Sumarno.
“Rupanya ketika itu PDIP sendiri masih bingung siapa yang jadi calon,” tambah Karni Ilyas.
Menjawab pertanyaan tersebut, Karni Ilyas tanpa banyak basa-basi
menyebutkan jika PDIP akan menang jika mengajukan nama Jokowi sebagai
calon presiden.
“Jawaban saya, kalau ibu Mega kansnya dengan pak Prabowo bisa fifty-fifty, bisa kalah bisa menang,” ungkap Karni Ilyas.
“Tapi kalo pak Jokowi yang dicalonkan, pak Jokowi akan menang,” tegasnya.
Pertemuan kala itu ternyata bukanlah pertemuan terakhir antara Karni Ilyas dan Rini Sumarno.
Beberapa bulan kemudian, Rini kembali menemui Karni Ilyas dan menanyakan hal yang sama.
“Beberapa bulan kemudian sudah sangat dekat dengan deadline, Ibu Rini datang lagi dan menanyakan hal sama.”
“Dan jawaban saya tetep seperti yang tadi, akhirnya pak Jokowi yang dipilih oleh Ibu Mega,” kata Karni Ilyas.
Karni Ilyas tak pernah menceritakan pengalaman tersebut di depan
publik sebelumnya. Termasuk ke Jokowi pun ia tak pernah menceritakannya.
Namun di depan publik ILC, Karni Ilyas merasa perlu untuk
menyampaikannya mengingat kondisi yang sama saat ini terjadi menjelang
Pemilu 2019.
“Ini saya tidak pernah saya ungkapkan temasuk kepada pak Jokowi sendiri.”
“Malam ini saya buka, karena suasananya sama dengan ketika 2014,” pungkasnya. (ber.ak/trb) 

Komentar