Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Tim Mawar Diduga Terlibat Kerusuhan Aksi 21-22 Mei, Fahri Hamzah Minta Prabowo Berani Buka-bukaan!!

foto/dok/net: Aksi 22 Mei, Demo Bawaslu ricuh, Demo 22 Mei

JAKARTA, SriwijayaAktual.com – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah
angkat bicara terkait maraknya pemberitaan soal dugaan keterlibatan
mantan pentolan Tim Mawar dalam kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Tanah Abang,
Jakarta.

Melalui akun Twitter @Fahrihamzah, ia meminta agar Prabowo Subianto berani buka-bukaan.
Fahri mengatakan, sudah waktunya Prabowo bicara terkait tuduhan sebagai
dalang penculikan oleh Tim Mawar dalam kerusuhan 13-15 Mei 1998 lalu.

“Kalau saya jadi pak @prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun
diam soal2 yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian
di masa lalu. Agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua
sisi (cover both side). Ini PR pak prabowo,” kata Fahri, Selasa
(11/6/2019).

Menurut Fahri, kisah Tim Mawar kembali diangkat menjelang sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sebab kisah #TimMawar yang kembali diangkat oleh media menjelang sidang
MK itu membuat publik tidak dapat membaca semua sisi dari @prabowo,
padahal beliau figur yang penting dan menentukan perjalanan bangsa ke
depan. Sebaiknya dibuka sekarang. Undang seluruh media dalam dan luar,”
tambahnya.

Baca Juga: Siap-siap aja! Capres RI Prabowo akan Bongkar Kasus Penculikan Aktivis Reformasi 1998

Fahri juga menyarankan kepada orang-orang dekat Prabowo yang pernah
menjadi korban penculikan oleh Tim Mawar untuk berkomentar, seperti Andi
Arief, Pius, dan Desmon.

“Tapi, publik perlu mendengar langsung dari prabowo yang mendapat fitnah paling banyak. Menurut saya ini waktunya,” katanya.

Baca Juga: ‘Mewaspadai Skenario 1965, 1998 dan Tahun 2019’

Dikatakan Fahri, jika terlalu banyak misteri yang tersimpan dari masa lalu, beban bangsa ini akan semakin banyak.

“Maka adalah tugas mulia pak @prabowo untuk mengurangi beban bagi
generasi yang akan datang. Biar sejarah kita lebih bersih. Biar sejarah
TNI lebih terang. Ini semua demi bangsa,” imbuh Fahri.
“Saya mendengar, berkali buku pak @prabowo mau diterbitkan tetapi tidak
jadi. Beliau menganggap “dia telan semua salah lembaga”. Menurut saya
itu tidak fair. Bukan saja untuk pak prabowo tapi bagi sejarah bangsa
kita. Bagi generasi mendatang. Kita sudah makin dewasa kok sekarang,”
kata Fahri.

Baca Juga: MEMBONGKAR! Skandal Pemerkosaan Massal Etnis Cina Pada Kerusuhan Mei 1998, Ternyata….!!!

Fahri meminta Prabowo menceritakan semua yang terjadi di masa lalu, termasuk menyebut nama oknum yang terlibat penculikan.

“Kalau saya jadi pak @prabowo maka saya akan ceritakan semua yang
terjadi. Termasuk menyebut nama2 yang ada dan harus dijelaskan,”
katanya.
“Biarlah publik yang menilai. Tidak Peduli ada pengadilan baru. Karena
yang penting adalah bicara satu sisi yang belum pernah dikatakan. Itu
saja,” pungkas Fahri.[psid]
Spesial Untuk Mu :  Ini dia! Lima Dewan Pengawas KPK Yang Dilantik Jokowi