Pasang Iklan Murah disini
Berita  

Turut Berduka :( , Dua dari Bayi Kembar Empat di Palembang Meninggal Dunia

Petugas RSMH Palembang saat memeriksa kondisi bayi yang dilahirkan (Foto: istimewa)

PALEMBANG, SriwijayaAktual.com – Dua dari empat bayi kembar yang dilahirkan Kristina Andriyani (29) di
Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang meninggal dunia. Hal ini
dikarenakan paru-paru kedua bayi tersebut belum berkembang.

Kedua
bayi yang meninggal yakni bayi nomor dua atau Anandiva Stevia Purwanto
berjenis kelamin perempuan, dan bayi nomor empat Anandivo Stevanus
Purwanto, dengan jenis kelamin laki-laki.

Tim dokter kebidanan
RSMH Palembang, dr Abarham Martadiansyah mengatakan, kedua bayi ini
telah menjalani perawatan intensif di ruang Neotanal Intensive Care Unit
(NICU) RSMH Palembang. 

Namun, pada Selasa (10/9/2019) pukul 19.15 WIB, dan 19.30 WIB
menghembuskan nafas terakhirnya. “Penyebabnya dikarenakan paru-paru yang
belum berkembang,” katanya di RSMH Palembang, Rabu (11/9/2019).

Dijelaskannya,
seharusnya pada usia 28 minggu proses paru-paru mulai mengembang.
Kemudian, proses ini membaik pada usia kandungan 34 minggu. Sedangkan,
keempatnya bayi kembar ini dilahirkan di usia 29 minggu.

Untuk
berat badan, bayi pertama memiliki jenis kelamin perempuan dengan berat
badan 900 gram dan panjang 38 sentimeter. Bayi kedua lahir dengan jenis
kelamin perempuan, beratnya 950 gram dan panjang 36 sentimeter.

Bayi
ketiga lahir dengan jenis kelami laki-laki dengan berat 1.100 gram dan
panjang 37 sentimeter, sedangkan bayi keempat yang juga laki-laki,
beratnya 1000 gram dan panjang 37 sentimeter. “Berat badannya memang
kurang. Tapi, bukan faktor meninggalnya kedua bayi. Melainkan, kelahiran
premature,” singkatnya.  

Berita Terkait: Ibu Muda di Palembang Melahirkan Bayi Kembar 4 Secara Normal

Sementara itu, Kepala Instalasi Kebidanan RSMH Palembang, Rodiah
mengatakan saat dilahirkan keempat bayi ini dibawah kondisi berat badan
normal. Dikarenakan, kehamilan hanya sekitar tujuh bulan. “Jadi semua
bayi ditempatkan di dalam inkubator untuk menjaga kondisi mereka,”
katanya.
Spesial Untuk Mu :  Dena Rachman Bakal Nikah, Berikut Bahayanya Berhubungan Intim Sesama Pria

Meski usia kandungan belum mencukupi, pasien terus
mengalami kontraksi hingga akhirnya pecah air ketuban. “Dokter
memutuskan untuk melakukan persalinan secara normal, karena fisik pasien
juga dalam kondisi baik,” pungkasnya. (nag/sindonews)