oleh

Ulama Madura Ancam Kembali Aksi dengan Massa Lebih Banyak Jika Sukmawati Tak Dihukum

-Berita-21 views
loading...
sukmawati penista agama islam

MADURA-JATIM, SriwijayaAktual.com – Ratusan ulama, kiai, ustaz dan
santri yang tergabung dalam ‘Gerakan Umat Islam Pamekasan’ meminta
kepada Institusi Polri agar Sukmawati Soekarnoputri dipenjarakan.

Permintaan itu menggelora saat mereka melakukan aksi demonstrasi ke Gedung Kantor DPRD Pamekasan, Madura, Jumat (22/11/2019).

Orator Aksi, Ustaz Suherman mengatakan, akan kembali turun jalan lagi
dengan massa yang lebih banyak jika tuntutannya tidak dikabulkan oleh
Institusi Polri.

Bahkan, ia mengancam, apabila tuntutan gerakannya tidak diindahkan,
pihaknya akan mengirim massa dengan jumlah besar untuk turun ke Jakarta
mengikuti aksi 212.

“Kami bersama Gerakan Umat Islam Pamekasan menuntut agar Sukmawati diadili lalu dipenjarakan,” kata dia.

Suherman menyebut, tidak boleh ada rakyat Indonesia yang kebal terhadap hukum, sekalipun ia anak seorang tokoh.
Menurutnya, apabila ada seseorang yang bersalah harus diproses secara hukum karena negara Indonesia adalah negara hukum.

“Bagi kami pertanyaan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW
dengan ayahandanya, Soekarno, telah melecehkan agama umat islam,”
tegasnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan video yang beredar di YouTube, Sukmawati
Soekarnoputri dalam sebuah forum sempat melemparkan pertanyaan kepada
audiens.

Saat itu, Sukmawati Soekarnoputri melemparkan pertanyaan kepada audiens
soal Pancasila dan Alquran, serta pertanyaan tentang Soekarno dan Nabi
Muhammad SAW.

“Mana yang lebih bagus Pancasila sama Alquran? Begitu kan. Sekarang saya
mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia
Muhammad, apa Insinyur Sukarno?” kata Sukmawati Soekarnoputri saat itu.

“Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab
berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini. Terima kasih silahkan duduk,” sambung
dia.

Buntut dari ucapannya, Sukmawati Soekarnoputri dilaporkan ke Polda Metro
Jaya atas kasus dugaan penistaan agama pada Jumat (15/11/2019) lalu.

Pelapor Sukmawati adalah perempuan advokat bernama Ratih Puspa Nusanti,
yang merupakan anggota Koordinator Bela Islam (Korlabi). [tribunmadura]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed