oleh

[VIDEO] Gagal Kawin, woOW!! sang Mempelai Pria Tuntut Teman-Temannya

-Berita-282 Dilihat
Gagal menikah mempelai pria tuntut teman-temannya (Foto:Nextshark)

SriwijayaAktual.comKawin dalam arti yang dimaksud yaitu PERNIKAHAN adalah momen besar dalam perjalanan kehidupan sebagian besar orang. Salah satu momen ‘milestone’ dalam kehidupan seseorang. 
Maka sudah sewajarnya, hari pernikahan dirancang sedemikian rupa
dari jauh-jauh hari agar pesta pernikahan yang diidam-idamkan bisa
berjalan dengan lancar.
Namun apa rasanya jika hari pernikahan yang diidam-idamkan ini tiba-tiba
harus hancur berantakan, bahkan mengakibatkan diri sendiri hingga
menghalami cedera parah?  
Ya,
Anda tak salah membaca kok! Sebab, sayangnya inilah yang belum lama
dialami seorang mempelai pengantin pria di China, yang disebutkan harus
menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena cedera akibat
kecelakaan.
Sebagaimana diwarta Nextshark, Jumat (4/1/2019) sang mempelai
pengantin pria, Ai Guangtao dari Zunyi, China diberitakan harus
menjalani sederet perawatan di rumah sakit setelah berusaha melarikan
diri dari ritual tradisi pernikahan di China, ‘Wedding Hazing’.
 
Tradisi ‘Wedding Hazing’ yang dijalani pria berusia 24 tahun
tersebut, seperti dilaporkan Shanghaiist ialah pengantin pria dilempari
dengan telur, disiram dengan alkohol, dan disemprot dengan tinta
berwarna hitam sebelum ditelanjangi dan diikat di tiang listrik. Setelah
itu, teman-teman sang pengantin pria mulai memukuli menggunakan bambu. 
Menolak menjalani tradisi ini, Ai berusaha kabur.  Ai melarikan
diri dengan melompati pagar dan berlari ke jalan raya yang sibuk. Namun,
saat memasuki jalan, ia ditabrak kendaraan yang melintas dan
mengakibatkannya berbaring hampir telanjang di jalan dalam kondisi
terluka parah. 
Ai kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat. Akibat kecelakaan
ini, ia pun menderita patah tulang tengkorak dan pendarahan otak. Dengan
kondisi ini, maka Ai terpaksa menghabiskan dua minggu di rumah sakit,
yang membuat pesta pernikahannya harus ditunda. 
Sementara itu, perihal kasus kecelakaan yang dialaminya. Polisi
setempat dikatakan telah menentukan bahwa Ai lah yang harus bertanggung
jawab karena menyebabkan kerusakan pada mobil yang menabraknya.
Perusahaan asuransi sang pengemudi dilaporkan meminta Ai untuk membayar
uang sejumlah USD4.370 atau kurang lebih Rp62,3 juta untuk biaya
kerusakan mobil. 
Dimintai pertanggung-jawaban dengan membayar nominal uang yang
tidak sedikit, Ai merasa tidak terima dan sekarang disebutkan tengah
menggugat teman-temannya karena pelecehan dan cedera yang dideritanya
ini. Duh ada-ada saja ya. [okz] 

Komentar