Berita  

Video: Kisah Nabi Nuh di Balik Berdirinya Masjid Kapal di Semarang

SEMARANG-JATENG, SriwijayaAktual.com – Berada puluhan kilometer dari pusat Kota Semarang, Kampung Pandaan di
Kelurahan Podorejo Ngaliyan menawarkan pemandangan menakjubkan.
Lokasinya nun jauh dari hiruk-pikuk modernisasi. Hamparan sawah yang
luas menambah kesejukan udara di kampung tersebut.
Saat 
menyusuri Kampung Pandaan pada Kamis sore (9/3/2017)seperti yang dilansir metrosemarang, penduduk setempat
tengah meladang di sawah-sawah. Namun siapa sangka di luar aktivitasnya
sehari-hari, warga setempat ternyata tengah disibukkan dengan pembuatan
masjid dengan bentuk tak lazim. Safinatul Najah, nama masjid tersebut
sedang dibangun warga sejak dua tahun terakhir.
Di atas lahan 2.000 meter persegi, warga sibuk menyemen tembok masjid
yang sekilas berbentuk bahtera raksasa. Sujadi, warga RT 04/RW V,
Kampung Pandaan mengaku sejak dibangun 2015 kemarin, Masjid Safinatul
Najah saat ini hampir jadi.
“Biaya untuk mendirikan masjid ini mencapai Rp 5,5 miliar,” kata pria yang membantu pembangunan masjid tersebut.
Sujadi bilang Masjid Safinatul Najah yang berbentuk menyerupai kapal
dibangun atas keinginan saudagar keturunan Arab bernama Muhammad
Munawar. Sang saudagar rupanya tebersit ide untuk membangun masjid kapal
setelah menjalin kerjasama dengan ulama besar asal Arab Saudi.
“Sebelum wafat, ulama dari Arab Saudi berwasiat ingin membangun
masjid berbentuk kapal di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Tapi karena
butuh dana sangat besar, maka beliau memutuskan membuat masjidnya di
Semarang. Lagipula harga tanah di Kampung Pandaan relatif terjangkau,”
akunya.
Kini pembangunan Masjid Safinatul Najah sudah mencapai 80 persen.
Meski begitu, pengelola masjid mengaku belum tahu sampai kapan proyeknya
selesai.
Masjid Safinatul Najah dibangun tiga lantai. Pada lantai dasar akan
dimanfaatkan sebagai balai pertemuan sedangkan dua lantai di atasnya
sebagai ruang salat yang mampu menampung lebih dari 500 jamaah.
“Untuk sementara ini baru bisa dipakai salat. Fasilitas lainnya
seperti klinik kesehatan dan fasilitas umum lainnya segera menyusul,”
sahut Muhammad Barabar, tenaga pengawas proyek masjid.
Menurut Barabar, pembuatan Masjid Safinatul Najah terinspirasi dari
kisah Nabi Nuh As tatkala diperintahkan Allah SWT untuk menyelamatkan
kaum Muslimin dari bencana banjir bandang.
Nuh Alahisallam sempat berkata ‘Barang siapa yang naik ke kapalku, maka dialah yang selamat di muka Bumi’.
“Karena itulah, masjid ini dibuat menyerupai bahtera kapal Nuh.
Arsiteknya didatangkan langsung dari Kota Islamabad Pakistan. Kita kebut
proyeknya siang-malam. Sungguh luar biasa mengingat tenaga untuk
mengerjakan proyek ini bisa dibilang sangat terbatas,” ujarnya.
Bila melongok ke dalam, interior masjid memadukan gaya khas dataran
Timur Tengah dengan desain lokal. Pada kuncup kubahnya, arsitek masjid
memberinya warna hijau tua, ia terinspirasi pada kuncup Nabawi di Tanah
Makkah.
Bila tak ada aral melintang, penampilan Masjid Safinatul diperkirakan
mampu menyedot ratusan bahkan ribuan pasang mata. Pemerintah Provinsi
Jateng akan meresmikan masjid tersebut.
“Kami sedang membuatkan kolam yang mengelilingi bangunannya. Biar
tampak kapal yang mengambang di air,” katanya sambil tertawa lebar.
(***)
Lihat Videonya Dibawah ini: 

Spesial Untuk Mu :  Ngeriii!, Misteri di Gedung Putih: Denting Piano sampai Penampakan Lincoln