oleh

Video Viral! Oknum Polisi Sumpalkan Surat Tilang ke Mulut Pengendara, Ini Penjelasan Kasatlantas

-Berita-231 Dilihat

SriwijayaAktual.com – Sebuah video percakapan ‘sengit’
antara petugas polisi lalu lintas dengan seorang perempuan yang menolak
ditilang di Medan viral di media sosial Instagram dan YouTube.
Video tersebut merupakan kejadian di bulan Mei, namun terus diunggah berulang kali.

Dalam video, seorang perempuan menolak ditilang karena permasalahan lampu.
Namun, petugas polisi bersikeras untuk menilangnya dan mencoba memberikan secarik kertas berwarna biru.

Percakapan semakin panas karena petugas polisi mengetahui si perempuan merekamnya.
“Yang lain tak ditangkap. Perkara ini aja nyah. Iya memang, aku rekam
ini. Kami tahu, ya udah lah,” kata si perempuan, dalam video.

Kemudian, tampak sebagian badan seorang polisi berada di dekat perempuan
lalu si perempuan mengumpat dengan menyebutkan nama binatang.
Saat itu, video tidak merekam kejadian seluruhnya.
Video kemudian merekam lantai aspal.

“Gak usah paksa-paksa aku, bagus-bagus kau. Ah. Ke mulutku itu kau tarik,” katanya.

Dari penelusuran di media sosial, video tersebut satu kali diunggah di
Instagram pada 14 Juli 2019 oleh akun joniarnainggolan dengan judul
“#viral : oknum lantas Polrestabes Medan kasar. Memasukkan surat tilang
ke mulut si ibu pengendara”.

Video ini tayang sebanyak 472 kali dengan 15 komentar.
Di YouTube, video tersebut diunggah sebanyak 5 kali oleh akun berlainan dengan judul serupa.

Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihartini mengatakan, peristiwa itu terjadi pada bulan Mei lalu.

Saat itu, petugas menilang perempuan tersebut karena masalah lampu, namun si pengendara menolaknya.
Kejadian sebenarnya tidak seperti yang ada dalam video yang beredar di media sosial.

“Waktu itu dia enggak terima karena ditindak hanya gara-gara lampu,
sementara di sebelahnya ada pelanggaran dan di situ juga ada petugas. Di
situ dia maki-maki petugas kok. Jangan lihat di satu sisi saja,” kata
Juliani, Jumat (2/8/2019) sore.
Di lokasi (pos di Wisma Benteng), perempuan tersebut tidak sendirian.
Ada anggota polisi lainnya.

Menurutnya, anggotanya sudah mengetahui bahwa belakangan warga kerap
merekam video kejadian yang berhubungan dengan polisi, sehingga berusaha
tidak meladeninya.
Namun, tilang tetap diberikan dan perempuan tersebut kemudian membayarnya melalui BRI.

“Setelah itu, begitu ditilang ibu itu sadar dan langsung datang ke
kantor di Lapangan Merdeka, langsung minta maaf ibu itu. ‘Waduh maaf lah
pak saya tadi emosi’. Tapi, video itu sudah di-share ke mana-mana sama
pihak-pihak lain,” kata dia.

Juliani menambahkan, pihaknya menyadari bahwa masih ada masyarakat yang
tidak menyukai petugas polisi, apalagi terkait adanya penindakan.

Saat itu, anggotanya juga sudah menyampaikan kepada perempuan tersebut
untuk tidak mengulanginya, apalagi dengan memaki-maki petugas.

Oleh petugas tersebut, yang juga sudah diminta keterangannya oleh
Propam, persoalan tersebut menurutnya tidak diperpanjang dan tilang
tetap diberikan.

Mengenai video yang terus diunggah berulangkali, pihaknya akan menyelidikinya.

“Sikap kami, mungkin kami akan selidiki ya, apa motif orang
mengulang-ulang video itu. Itu kan video sudah beberapa waktu lalu, itu
juga sepihak. Tak mungkin lah, surat tilang itu, sampai katanya
disumpal. Ditaruk di mulutnya,” ungkap dia. [tn]

Komentar