oleh

Viral! Heboh Warga Madura Potong Tangan Pelaku Pencoblos 100 Surat Suara…

loading...
Viral Video Pria Korban Carok Pilpres di Madura (foto: Ist/YouTube)

Heboh Warga Madura Potong Tangan Pelaku Pencoblos 100 Surat Suara, Ini Fakta Sebenarnya
SriwijayaAktual.comBEREDAR video di Youtube dan WhatsApp yang disertai
narasi seolah terjadi penganiayaan dengan senjata tajam terhadap pelaku
yang mencoblos 100 surat suara Pemilu 2019, di Madura. 
Ada dua narasi dalam video yang beredar itu, sebagai berikut: “Warga Madura potong tangan pelaku kecurangan yang mencoblos 100 surat suara pemilu 2019” dan “Ini bukti QISHOS yang main coblos 100 surat suara dicoblos sendiri, masyarakat madura lalu memotong tangan pelaku“.
Salah satu sumber video di Akun Arif Wardana melalui akun YouTube
sudah ditonton lebih dari 5.256 kali saat tangkapan layar diambil. 
Melalui akun Facebook dan Instagram yang terverifikasi milik
Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur menyatakan bahwa informasi
tersebut hoaks atau tidak benar. Karena di Madura tidak ada kejadian
seperti yang disebutkan di narasi video tersebut. 
Dari hasil penelusuran yang dilakukan Adi Syafitrah, anggota
Indonesian Hoaxes, ditemukan sebuah video yang berisi kejadian yang
sama, diunggah ke akun Youtube Ridho Roma pada 16 Februari 2019 dengan
judul “Korban carok Madura..” 
Video ini sama-sama berdurasi 3 menit 58 detik. Pria yang sama
dengan pria yang ada di dalam video yang beredar ini tampak berusaha
ditolong oleh beberapa wanita yang ada di dekatnya. 
“Namun karena keterbatasan bahasa, saya tidak mendapat keterangan
yang jelas terkait apa yang terjadi pada pria ini,” ujar Adi, Kamis
(25/4/2019). 
Berdasarkan artikel di Wikipedia, lanjut Adi, carok sendiri merupakan
tradisi bertarung yang disebabkan karena alasan tertentu yang
berhubungan dengan harga diri. Kemudian diikuti antar kelompok atau
antar klan dengan menggunakan senjata (biasanya celurit). Kata carok
sendiri berasal dari bahasa Madura yang berarti ‘bertarung atas nama
kehormatan’. 
“Kesimpulannya, video yang beredar menyebutkan warga madura
potong tangan pelaku kecurangan yang mencoblos 100 surat suara Pemilu
2019, adalah konten disinformasi. Yakni, konten yang salah,” urainya. (fid/okn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed