oleh

Voting; Menurut Anda Diantara Institusi ini ‘POLISI & TNI’ Mana Yang Lebih Mampu Berantas Teroris?, Hasilnya Telak Mencengangkan!!

-Berita-434 Dilihat

SriwijayaAktual.com – Akun Twitter @maspiyuuu membuat voting meminta warganet untuk memilih satu dari dua pilihan.
Pertanyaan yang diberikan adalah berikut ini:
Menurut Anda diantara institusi ini mana yang lebih mampu berantas Teroris?
Pertanyaan disertai dengan dua pilihan jawaban.
Pilihan pertama yakni TNI dan pilihan kedua adalah Polri.

Voting yang dibuat pada Rabu (16/5/2018) siang ini sudah diikuti oleh hampir 3.000 pengguna akun.
Hingga pada Rabu sore, hasilnya voting cukup kontras.
Dari ribuan pengguna, 97 persen mempercayai TNI untuk memberantas teroris.
Sementara tiga persen lainnya memilih institusi Polri.
Berikut alasan sejumlah warganet berdasarkan jawaban yang dipilihnya.
Ihsan.md: Sbnrnya prtnyaan ini relatif yah,
jk teroris brsmbunyi di hutan otomatis TNI dprlukn u/ mmbntu, krn lbh
menguasai medan, sy lbh setuju polri yg mmberantas teroris, tapi
berhubung institusi polri sdh dipolitisasi, saya pun ragu polri mampu
membasmi teroris.
Irhaby_0O7: Tingkat kepercayaan masyarakat pada institusi polri minim.
Mr_Zaxit: Dri Poling, TNI lbih bnyk, tp kok ketua Pansus tdk ngesahkan RUU Teroris yg melibtkan TNI.
Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian,
meminta Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI untuk bergabung dalam
penggerebekan teroris.
Secara khusus, ia sudah meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk turut menurunkan pasukannya.
Tito mengaku telah menghubungi Panglima TNI melalui sambungan telepon.
“Pak Kalau bisa kita bergabung. Saya akan kirim dari Kopassus.
Terimakasih…” katanya mengulang percakapannya dengan Panglima TNI
seperti diceritakan dalam acara Indonesia Lawyer Club di TVOne, Selasa
(15/5).
“Saya sudah minta bapak Panglima TNI, beliau kirimkan kekuatan untuk
lakukan operasi bersama melakukan penangkan sel-sel JAD dan JAT yang
diduga akan melakukan aksi,” kata Tito.
Tito berharap, mudah-mudahan teman-teman dari Kopassus sudah
bergabung karena akan ada beberapa penangkapan yang akan kita lakukan.
Keterangan yang diberikan oleh Kapolri, Jenderal Polisi Tito
Karnavian, yang akan mengajak personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
untuk bergabung memburu teroris, juga diunggah oleh jurnalis ABC
Australia melalui cuitan di Twitter.
“Indonesia’s Police Chief Tito has confirmed an anti-terrorist
detachment of Kopassus (military’s special forces unit) has joined the
hunt for associates of the Surabaya bombings. Many Indonesians will be
uneasy about Kopassus knocking on doors again”.
Beberapa hari terakhir, Indonesia bergejolak setelah sejumlah daerah mengalami serangan dari teroris.
Pertama kali, teroris meledakkan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.
Pada hari yang sama, Minggu (13/5/2018), Sidoarjo juga diguncang bom di sebuah rusunawa.
Sehari setelahnya, Senin (14/5), Markas Polda Jawa Timur, turut
mendapat serangan dari teroris yang meledakkan bom di gerbang markas,
Selasa.
Terakhir, serangan teroris kembali terjadi di Markas Polda Riau Rabu (15/5/2018).
(TribunSolo.com/Noorchasanah A)

Komentar