oleh

Walaupun Lumpuh Pantang Mengemis, “Aku Semangat Nyambut Gawe Sebab Kepingin Urip”

-Berita-300 Dilihat
ketang
Banner Bertahan Hidup Dipasang Ketang di Sepedanya
MOJOKERTO-JATIM, SriwijayaAktual.com – Meski kedua kakinya lumpuh, Ketang enggan
meminta-minta mengharapkan belas kasihan orang. Untuk mengais rupiah,
dia rela banting tulang menjual mainan anak keliling Kota Mojokerto.
Semangat kerja keras di tengah keterbatasan fisik ini yang ingin dia
tularkan kepada semua orang.
“Saya tak mau mengemis. Saya ingin
makan dari hasil keringat saya sendiri. Saya semangat kerja karena
pikiran saya masih sehat, yang tak sehat kan fisik saya,” kata Ketang
saat berbincang seperti dikutip detikcom di tempat dia biasa mangkal, depan Pasar
Tanjung Anyar, Jalan Residen Pamudji, Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur (Jatim) akhir pekan lalu.
Ketang
merupakan anak ke tiga dari lima bersaudara pasangan almarhum Lahuri
dan Khofifah, asal Desa Kedungbetik, Kecamatan Sumobito, Kabupaten
Jombang. Diantara kelima saudaranya, hanya Ketang yang lumpuh menderita
folio sejak usianya baru sekitar setahun.
Dengan keterbatasan
fisiknya itu, Ketang mempunyai semangat yang tinggi untuk terus bekerja.
Menjual mainan anak dia lakoni sejak sekitar 20 tahun yang lalu.
Sejumlah daerah pun dia kunjungi untuk mengadu nasib. Namun, sejak empat
tahun lalu, dia memutuskan menetap berjualan di Kota Mojokerto.
Dengan
bantuan sepeda khusus miliknya, Ketang mampu berkeliling hingga belasan
kilometer untuk menjajakan balon dan gelembung air. Tempat-tempat
berkumpulnya anak-anak dia datangi. Selain untuk bertahan hidup, kerja
kerasnya pagi hingga malam itu ia gunakan untuk menafkahi kedua anaknya
yang dia titipkan di rumah saudaranya di Kabupaten Jombang.
“Saya
juga mau memberi contoh orang-orang yang malas bekerja, khususnya yang
fisiknya normal. Mereka seharusnya lebih semangat bekerja daripada
saya,” ujarnya sembari sibuk menata barang dagangannya.
Bagi
Ketang, bekerja bukan semata-mata untuk mencari uang. Ikhlas menerima
rezeki dari Allah SWT menjadi pegangan baginya supaya tak menjadi tamak
dan kikir. Dia yakin, setiap manusia bagaimanapun kondisinya, tidak akan
pernah kelaparan selagi mau berusaha.
Bahkan prinsip itu dia
bawa ke mana pun dia pergi. Bapak dua anak ini memasang sebuah banner
bertuliskan “Aku Semangat Nyambut Gawe Sebab Kepingin Urip” (saya
semangat bekerja karena ingin hidup)
. Melalui kalimat itu lah dia ingin
menularkan semangat pantang menyerah, baik kepada penyandang
disabilitas, maupun orang berfisik sempurna.
“Orang kalau
semangat bekerja, maka akan hidup, kerja bukan diniati cari uang, kalau
diniati cari uang maka untuk makan saja sayang. Jadi kerja itu untuk
hidup,” tandasnya.(Adm).

Komentar