oleh

waOW … ‘Luhut Ketakutan’

Dok. Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan saat sertijab menteri ESDM Ignasius Jonan dan Archandra Tahar
JAKARTA, SriwijayaAktual.comOrang lain yang mau nyerang Pak Jonan dan Arcandra akan saya
buldoser juga. Karena tugas saya bukan hanya koordinasi, tapi juga
mengendalikan. Kalau anak buah saya diserang, kalian juga sama saja
menyerang aku, ya saya yang maju.
 
Kata-kata itu diungkapkan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan,
kemarin, saat acara serah terima jabatan Menteri ESDM yang baru Ignasius
Jonan dan Wakil Menteri ESDM Archandra Tahar di gedung Kementerian
ESDM,
Pernyataan Luhut itu ditanggapi keras komisi VII DPR, anggota Komisi VII, Inaz Nasrullah Zubir. Seperti  dilansir Rimanews (18/10/2016), dia menyebut, pernyataan Luhut itu merupakan bentuk ketakutan . 
Luhut mengatakan akan buldoser siapapun yang mengganggu kerja Jonan dan Archandra. Apa komentar Anda?
Tidak Pantas seorang menteri ngomong takut dikritisi.
Serangan, wajar dari DPR, gaya bahasa DPR itu enggak bisa diatur. Saya
kesal waktu itu, ketika Mulyadi (Ketua Komisi VII) dibegitukan saat
rapat waktu lalu. Saya interupsi ke Luhut. ‘Kalau Anda punya power, bubarkan DPR’. Dia (Luhut) minta maaf kemudian.
Luhut juga minta Jonan jangan ‘ditinju’ di depan pimpinan komisi VII waktu sertijab, bagaimana?
Iya itu juga. Untuk apa sertijab pimpinan Komisi VII datang. Ngapain. Kalau mau datang itu pas pelantikan bukan sertijab. Jangan di boxing-in pesan itu kepada pimpinan komisi VII.
Mengapa Luhut sampai mengancam buldoser seperti itu, apa alasannya menurut Anda?
Luhut ketakutan. Bisnisnya itukan di energi sumber daya mineral.
Bagaimana dengan kawan-kawan di komisi VII, ke depannya?
Saya sudah bilang. Enggak usah peduli sama Luhut. Saya tersinggung ucapannya.
Baca Juga Ini; Luhut Pernah Menegaskan Pasang Badan Untuk Arcandra, Namun Sekarang …..
Reaksi keras juga dilontarkan anggota komisi VII DPR lainnya,
Kurtubi. Dikatakannya, bila kebijakan yang diambil pemerintah baik bagi
masyarakat maka pastinya akan didukung. Tetapi sebaliknya, bila
kebijakan merugikan, DPR terutama komisi VII akan mengkritisi hal
tersebut. Kurtubi mengatakan, banyak persoalan yang akan dihadapi Jonan
dan Archandra.
Apa tantangan yang sedang dihadapi ESDM, sekarang ini?
Penggelolaan minerba banyak yang salah. Misalnya di Migas, bahwa kebijakan selama ini mendorong investasi eksplorasi. 
Keluar peraturan pemerintah, membebaskan pajak perusahaan
eksplorasi. Ini harus perbaiki tata kelola karena membebani pajak
perusahaan kan belum menemukan minyak. Ini ada UU nomor 22 tahun 2001
pasal 31 menyebutkan perusahaan yang sedang mencari minyak wajib bayar
pajak saat eksplorasi. Ini salah satu sebab investasi lari. Ini dari
2001. Dulu zaman Sri Mulyani pajak-pajak dihapus semasa eksplorasi. Tapi
kenyataannya tidak ada perbaikan.
Kenapa?
Karena itu hanya peraturan menteri dibawah UU.
Harus Revisi UU nomor 22 tahun 2001?
Iya, lagi digarap Komisi VII. Sewaktu Luhut masih Plt Menteri
ESDM dia bebaskan pajak semasa eksplorasi lewat PP 79. Tetap enggak bisa
karena di bawah UU.
Luhut pernah berseteru di DPR waktu itu, jadi alasan muncul gaya buldoser?
Waktu itu kan Plt. Dia baru kan. Ya ada perdebatan dengan Pak
Mulyadi (pimpinan Komisi VII). Pak Luhut merasa diguruin mungkin itu.
Tapi siapapun menterinya kalau langkah tidak tepat harus dikritisi.
Baca Juga Ini; Bahas Izin Ekspor konsentrat PT Freeport Indonesia, DPR dan Menteri Luhut Binsar Panjaitan Bersitegang
Jonan menurut Anda bagaimana?
Ya saya belum bisa berkomentar. Dari latar belakang gak pernah di
ESDM. Saya bisa komentar bahwa dia harus belajar mempelajari medan.
Biar ambil kebijakan tepat.
Archandra posisi Wamen bagaimana?
Saling mengisi. Jonan kan dikenal tegas dan konsisten. Sehingga
back up keilmuannya ada di Wamen Archandra. Saya berharap duet ini
ambil kebijakan baik di minerba maupun kelistrikan. Waktunya mepet.
Jadi DPR enggak takut, siap hadapi Buldoser?
Wajib mengkritisi. Kami wakil rakyat, menyuarakan rakyat. (*)

Baca Juga Ini; Model Perampokan Yang Dilegalkan oleh UU di Bumi Nusantara?

Sumber, rimanews

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya