oleh

Warga Sekitar Minta Kaji Ulang Keberadaan Rumah Dinas Wapres RI

-Berita-237 Dilihat
Rumdin Wapres
 Tampak dari depan, rumah dinas Wakil Presiden di Jalan Diponegoro‎, atau severang Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat
JAKARTA, SriwijayaAktual.com  – Warga sekitar rumah dinas Wakil Presiden di
Jalan Diponegoro‎, atau severang Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat
minta dikaji ulang. Pasalnya, keberadaan rumah dinas orang nomor dua di
Indonesia itu berada di pemukiman warga.

Samsuri, salah satu warga yang kerap melintasi kawasan tersebut adalah salah satu yang berkeberatan dengan hal itu.

“Dengan
penjagaan yang memakan trotoar, membuat pejalan yang melintas‎
terganggu. Saya salah satunya. Ini membuat terbatasnya ruang publik‎,”
kata dia lewat rilisnya  yang diterima, dilansir Sindonews, Sabtu (13/8/2016).

Terbersit
dipikirannya, agar Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tinggal di Istana
Wapres. Hal itu agar tidak mengganggu aktivitas warga.

“Timbul
pertanyaan di kepala saya, apa tidak ada tempat di Istana Wapres untuk
ditinggali, supaya tidak menggangu warga di sini,” kata Samsuri yang
kerap lari pagi di Taman Suropati‎ itu.

‎Sementara itu, secara terpisah Direktur
Centre Budget Analysis Uchok Sky Khadafi meminta Presiden dan Wapres
tinggal di Istana, sekaligus tempat tinggal dan tempat kerja. Tak perlu
lagi ada rumah dinas. Sebab, rumah dinas juga makan anggaran yang cukup
besar.‎

Kata dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf
Kalla benar-benar mencontohkan hidup sederhana di tengah kondisi
keuangan yang morat-marit.‎‎

“Pengetatan anggaran ini jangan
hanya diperuntukan bagi kementerian atau lembaga negara. Tapi, lembaga
kepresidenan juga harus memperketat diri mereka,” pungkasnya.‎

Jangan
terlalu boros atau menghamburkan duit hanya untuk jalan-jalan ke daerah
atau ke luar negeri hanya menghadiri sebuah undangan.

“Artinya
Presiden Jokowi dan Wapres JK harus di depan, harus memberikan contoh,
bahwa seorang presiden dan wapres kerjanya bukan hanya omdo alias omong
doang, tapi juga melakukan penghematan anggaran,” imbuhnya. (*).

Komentar