oleh

Warga Surabaya Tolak dan Usir Ahok

-Berita-236 Dilihat

SURABAYA-JATIM, SriwijayaAktual.com – Ada pemandangan yang tidak biasa,
terpasang spanduk yang bertuliskan “Selamat Datang AHOK bakal Calon
Walikota Surabaya” di Jalan Donokerto Gg.XI RT 05 RW 02, Kecamatan
Simokerto, Kota Surabaya. Sontak, warga pun menolak keberadaan spanduk
tersebut.

Salah seorang warga menjelaskan mengapa warga menolak kedatangan mantan
narapidana (napi) penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Adanya
pemasangan spanduk tanpa izin RT RW setempat dan warga juga baru tahu
dan juga warga menolak kedatangan Ahok.

“Tadi pagi sudah kita datangi Bapak RT-nya, karena Bapak RT juga tidak
tahu menahu dan tidak mendapat izin pemasangan spanduk kedatangan mantan
napi (Ahok) di wilayahnya. Diduga pemasangan pada sore harinya oleh
warga baru yang ada diwilayahnya,” ujar salah satu warga Donokerto,
Kamis (15/8/2019).

Yang menolak Ahok kali ini berasal dari berbagai daerah di Surabaya,
bahkan di Jatim, sebab Ahok adalah mantan napi yang telah menistakan
agama Islam.

Pendapat warga Donokerto Gg XI juga tidak setuju, persoalan pemasangan
bendera bukan tempatnya. “Dalam rangka 17 Agustus kok masang bendera
politik warga tak setuju lak di copot benderone,” ujar Pak Tarno dengan
logat khas Surabaya.

“Bahkan tadi pagi sudah konfirmasi ke Pak Didik (pengurus RT setempat).
Karena kedatangan Ahok tidak ada komunikasi antara RT dengan RW itu,
dikasih waktu sampai sore untuk melepas spanduk, kalau sore itu sudah
bukan urusan wakil RW, dia menyerahkan pada umat Islam,” ucap Pak Tarno
lagi.

Adanya laporan dari warga sekitar, kelurahan setempat pun bertindak
cepat bersama Babinkamtibmas melepas spanduk tersebut sekira pukul 11:30
WIB.

“Karena ini, masyarakat umat Islam khususnya Surabaya menolak adanya
sang mantan napi si penista agama yang jadi bakal calon walikota
Surabaya, terlebih lagi Bakal calon walikota belum ditetapkan kita
berhak untuk melarang,” terang warga lainnya.

Lebih jauh, warga juga mengatakan bahwa pernyataan Ahok yang mengutip
surat Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, telah
melukai hati umat Islam. “Umat Islam berantai, dari Sabang sampai ke
Merauke, marah. Umat Islam menolak kedatangan mantan napi si penista
agama (Ahok),” katanya. [sw]

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya