oleh

woOW Dahsyat! Siswa SMKN 2 Bogor Ciptakan Alat Pendeteksi Kebohongan

loading...
Siswa SMKN 2 Kota Bogor, menunjukkan alat pendeteksi gelombang otak/pendeteksi kebohongan ciptaannya. Alpin/Radar Bogor

BOGOR-JABAR, SriwijayaAktual.com  –  Setelah beberapa tahun melakukan riset dan penyempurnaan, siswa SMKN 2
Kota Bogor akhirnya berhasil menciptakan alat pendeteksi gelombang otak
manusia. Alat yang diberi nama Brain Impulse Monitoring (BIM) ini juga
bisa mendeteksi kebohongan.
Pembimbing Robotic SMKN 2 Kota Bogor, Saiful Rahman mengatakan, alat
ini pertama kali mereka buat pada 2007 silam. Namun, setelah hampir
sepuluh tahun melakukan riset dan penyempurnaan, alat ini mulai
digunakan pada 2017.
Pertama kali diciptakan pada 2007, sambungnya, alat mendeteksi
kebohongan ini ukurannya masih cukup besar. Sekarang ukurannya semakin
kecil dan lebih praktis digunakan.
“Fungsi utama BIM ini sebenarnya untuk mendeteksi gelombang otak
manusia. Salah satunya bisa mendeteksi kebohongan. Kalau di sekolah,
alat ini lebih banyak digunakan guru-guru BP dan BK untuk menangani
berbagai permasalahan yang dihadapi siswa,” ujarnya kepada
radarbogor.id.  (7/12/2019)
Dia mengatakan, BIM ini juga bisa digunakan sebagai alat pembantu
terapi bagi anak-anak yang kecanduan gadget maupun pecandu obat. Sebab,
dengan BIM ini bisa diketahui sejauh mana tingkat kecanduan anak
terhadap gadget.
Begitu juga dengan permasalahan lainnya. “Dengan alat ini, kita bisa
mengetahui persoalan apa yang sedang dihadapi seseorang. Makanya, alat
ini kalau di sekolah lebih banyak digunakan guru BP/BK. BIM ini tidak
hanya terbatas untuk siswa, bayi hingga orangtua juga bisa,” terangnya.
Saiful menjelaskan, sejak digunakan pada 2017 lalu, sudah ada
beberapa instansi yang berminat menggunakan alat ciptaan siswa SMKN 2
Kota Bogor tersebut. “Tapi, selama ini tidak terlalu kami publikasikan
ke masyarakat luas,” ujarnya.
Di tingkat Jawa Barat, sambungnya, alat ciptaan mereka ini pernah
mendapat juara dalam kompetisi prodak unggulan inovatif. “Di tingkat
nasional, kami belum pernah mengeluarin alat ini untuk ikut kompetisi,”
tandasnya.  [pin/rb]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed