woOW!! Giliran Santri ini Bakal Jemput Paksa Fadli Zon

Berita63 Dilihat
Santri gelar unjuk rasa mendesak Fadli Zon minta Maaf ke KH. Maimoen Zubair di depan kantor DPRD Probolinggo, Selasa (12/2/2019

PROBOLINGGO-JATIM, SriwijayaAktual.com – Polemik puisi milik Fadli Zon, terkait KH. Maimoen
Zubair kini mulai memasuki babak baru. Sebelumnya ribuan santri di Kudus
Jawa Tengah gelar unjuk rasa giliran kaliini Santri Probolinggo
mengancam bakal dijemput paksa Wakil Ketua DPR itu jika tidak dalam 5 x
24 jam segera meminta maaf langsung ke Kiai Maimoen dan tidak melalui
media sosial.
Ada 5 poin pernyataan dilontarkan ribuan santri saat menggelar aksi
damai di depan kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/2/2019)
siang.
Di antaranya mengecam dan menyesalkan puisi yang dibuat Fadli Zon.
Puisi yang dipublis di media sosial itu menimbulkan representasi negatif
dari warga.
Kedua, puisi itu melukai perasaan para santri, utamanya santri
Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga Fadli Zon harus meminta maaf secara
langsung kepada Mustasyar PBNU itu.
“Untuk itu, kami meminta kepada Fadli Zon datang ke kiai Maimoen
Zubair secara pribadi. Jadi kami tidak menerima permintaan maaf di media
sosial. Etika seorang santri, dia harus datang ke kiai secara personal
dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya,” kata Muchlis,
mewakili santri Probolinggo.
Pengunjuk rasa terdiri dari santri, Ansor dan Banser itu, mengancam
akan melakukan upaya paksa, dengan mendatangi Fadli Zon di kantor DPR
RI. Upaya itu bakal dilakukan, jika dalam 5 kali 24 jam, Wakil Ketua
Gerindra tersebut, tidak datang dan meminta maaf ke KH. Maimoen Zubair
di kediamannya komplek Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.
“Jika saudara Fadli Zon tidak datang ke Kiai Maimoen Zubair, kami
akan mengajak seluruh santri di negara ini untuk mendatangi Fadli Zon.
Mendatangi saudara Fadli Zon di kantornya, di mana ia bertugas
mengatasnamakan rakyat. Kami seret dan kami ajak ke Kiai Maimoen
Zubair,” ancam pria yang juga ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo
ini.
Dikutip dari Wartabromo, Tuntutan lainnya, santri Probolinggo tidak
menginginkan politisi di Republik Indonesia menyentuh pribadi ulama NU.
Sebab, dukungan para ulama kepada figur tertentu adalah keputusan
pribadi bukan keputusan NU sebagai organisasi keagamaan. Selanjutnya,
menurut santri, cukup seorang Fadli Zon saja yang berulah.
Sejumlah santri kemudian menemui perwakilan DPRD Kabupaten
Probolinggo untuk menyampaikan aspirasinya. Sementara arus lalulintas di
depan Kantor DPRD yang menghubungkan Surabaya-Banyuwangi tersendat. [*]

Spesial Untuk Mu :  Diminta Ruhut Minum Baygon, ini Jawaban Menohok dari Fadli Zon!! :)

Komentar