oleh

woOW!! Mahasiswa Undip Ciptakan Alat Pendeteksi Dini Penyakit Parkinson

-Berita-279 Dilihat
Parkinson’s Detection [VIVA.co.id/Daru Waskita]

DIY-YOGYAKARTA, SriwijayaAktual.com – Lebih dari 150 ribu kasus per tahun di Indonesia terjadi kerusakan sel
saraf di otak menyebabkan tingkat dopamine turun, sehingga berujung pada
gejala parkinson.
Sayangnya, deteksi dini terhadap parkinson hanya dilayani oleh rumah
sakit besar. Sedangkan pelayanan kesehatan tingkat pertama masih belum
bisa memberikan pelayanan deteksi dini akibat keterbatasan alat dan
biaya untuk pembelian alat yang tidak murah.
Kondisi
ini mendorong mahasiswa Teknik Mesin Universitas Diponegoro, Semarang,
Jawa Tengah, mengembangkan alat pendeteksi dini penyakit parkinson yang
diberi nama Parkinson’s Detection. Mereka adalah Faruka Tono Putri, Yogi
Reza Ramadhan, dan Dimas Satria Firman.
“Untuk membuat alat deteksi dini penyakit parkinson ini kita
melakukan riset hampir dua tahun di bawah bimbingan Dosen Rifky Ismail
dan Moch. Ariyanto,” kata Yogi, saat ditemui di Pameran Inovator Inovasi
Indonesia Expo (I3E) yang digagas Kemenristek Dikti di Jogja City Mall,
Yogyakarta, Minggu, 28 Oktober 2018.
Ia menjelaskan cara kerja
Parkinson”s Detection yaitu dengan mengambil suara dan data dengan
“gait”. Pengambilan data dengan suara menggunakan mikrofon.
Pasien parkinson memiliki perubahan suara yang keluar dari laring, perubahan tersebut adanya suara serak pada huruf lokal.
“Pengambilan
data dengan gait menggunakan sensor EMG yang dipasang pada tibialis
anterior, gastrocnemius medialis, dan gastrocnemius lateralis lalu
menggunakan software matlab untuk mendeteksi pasien,” ungkap dia.
Menurut Yogi, hasil klasifikasi sinyal suara dengan metode ANN untuk
dia kelas yaitu sehat dan parkinson”s disease mencapai 98,4 persen.
Sedangkan, untuk empat kelas yaitu kelas seat, possible, probable dan
define menunjukkan akurasi sebesar 94,4 persen.
“Alat ini sangat
akurat untuk mendeteksi pasien yang memiliki gejala Parkinson sejak
dini,” tutur Yogi. Prototype alat diagnosis penyakit parkinson dengan
sinyal gait menggunakan serangkaian BITalino sensor terdiri dari EMG,
EMG Pad, serta baterai untuk daya.
Hasil klasifikasi sinyal EMG
dengan metode ANN untuk kelas sehat dan Parkinson adalah 76,8 persen.
Sedangkan untuk empat kelas yaitu sehat, possible, proable dan define
menunjukkan akurasi 71 persen. Hasil klasifikasi dengan metode SVM
menunjukkan akurasi sebesar 79 persen.
“Alat deteksi dini
Parkinson dengan sinyal suara dapat dipesan dengan harga Rp20 juta dan
alat deteksi Parkinson dengan sinyal suara + EMG senilai Rp27,5 juta,”
katanya.
Alat Parkinson’s Detection ini diharapkan dapat menjadi
solusi bagi pelayanan kesehatan pertama seperti puskesmas untuk
memberikan pelayanan deteksi dini penyakit parkinson karena harga
relatif terjangkau. “Masyarakat tak perlu ke rumah sakit besar untuk
pemeriksaan dini penyakit parkinson,” jelas Yogi. (viva/Webtorial)

Komentar