oleh

Ya ..Oke Mantap, Mahasiswa Ubaya Ciptakan Si Elman, Kapal Bertenaga Surya

-Berita-295 Dilihat
SURABAYA-JATIM, SriwijayaAktual.comEmpat mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya)
berhasil kembangkan si Elman, prototype kapal nelayan bertenaga surya
yang ramah lingkungan.

Mereka adalah Avid Christa Nugraha dan
Chandra Tantono mahasiswa dari Jurusan Teknik Manufaktur angkatan 2013,
serta Reynaldi Johan dan Ariel Valentino mahasiswa Jurusan Teknik
Elektro angkatan 2013.

Kapal yang dirakit dengan biaya Rp 4 juta
ini berhasil meraih penghargaan best design dan juara 3 kategori Solar
Boat pada kompetisi Marine Icon 2016.

“Selain untuk mengikuti
lomba Marine Icon 2016 yang bertema Eco Solar Boat. Kami ingin membuat
kapal yang ringan tetapi tetap dapat bekerja dengan baik. Dengan
menciptakan kapal yang menggunakan cahaya matahari sebagai bahan
bakarnya. Supaya menjadikan sebuah solusi saat kelangkaan BBM di
Indonesia,” ujar Avid Christa.

Avid menambahkan, meski kapal
Elman bertenaga surya bagi timnya merupakan hal yang baru, namun tidak
membuat mereka kesulitan dalam proses penyelesaiannya. “Dalam
pembuatannya hanya butuh waktu selama satu bulan, mulai mempelajari
konsep yang kami anggap baru ini hingga memperhitungkan dan dalam
mengaplikasikan solar cell pada kapal,” jelas Avid.

Dengan tim yang anggotanya gabungan dari Teknik Elektro dan Teknik Manufaktur ini menciptakan kapal yang cukup bagus.

Karena
dua mahasiswa teknik elektro lebih fokus pada rangkaian elektronik dan
sistem kontrolnya, sehingga rangkaian tersebut cukup bagus.

Sedangkan
dua mahasiswa dari teknik manufaktur berfokus pada desain kapal
sehingga menjadi kapal yang yang stabil, ringan, dan mampu bergerak
dengan lincah.

Chandra Tantono menjelaskan, ada perbedaan
mendesar antara kapal prototype hasil buatan mereka ini dengan kapal
solar cell lainnya. “Yang membuat kapal ini berbeda dari kapal tenaga
surya lainnya, adalah kami menggunakan 28 buah panel surya berukuran 5×5
cm sehingga dapat banyak menyerap energi matahari. Sedangkan, body
kapal dan desainnya kami buat sesuai dengan kapal pada umumnya,”
tandasnya.

Chandra mengatakan, Prototype kapal ini berukuran 75
cm x 25 cm dan terdiri dari beberapa komponen, seperti hole/lambung
kapal, propeler, ruder, motor, panel surya, dan komponen kelistrikan.

“Bahan
kapal dibuat dari lapisan fiber agar supaya lebih kuat saat terjadi
benturan, selain itu juga mampu mengurangi kemungkinan terjadinya
kebocoran. Kapal ini di desain seringan mungkin agar tidak membebani
kinerja motor dan dapat bermanufer dengan baik saat di air. Desain
dibuat runcing dan di bagian lambungnya di beri garis-garis timbul agar
dapat membantu memecah air saat melaju kencang sehingga tenaga dari
mesin tidak terbuang sia-sia,” papar Candra.

Cara kerja,
tambahnya. Mulai dari penangkapan sinar matahari oleh solar cell yang
kemudian diubah menjadi energi listrik, lalu energi itu disimpan dalam
baterai khusus kemudian digunakan untuk menggerakkan propeller pada
kapal. Fungi Panel surya sendiri adalah untuk mengubah panas matahari
menjadi tenaga listrik.

“Lalu, energi tersebut disimpan dalam
baterai berkapasitas 7 kilowatt. Tenaga listrik itulah yang digunakan
sebagai bahan bakar mesin untuk menggerakkan propeller atau
baling-baling perahu. Kapal dengan tenaga surya ini bisa dibilang hemat
energi karena hanya dengan 7 volt mampu melaju dengan kecepatan 1,474
knot atau sama dengan 2,73 km/jam,” tandas Candra.

Sementara itu,
dosen pembimbing kapal Elman, Elieser Tarigan Ph D menjelaskan ada
perbedaan dari kapal yang lainnya, karena kapal ini tangguh dengan
menggunakan banyak solar panel yang sekaligus didesain sebagai atap
kapal. “Sehingga dengan desain seperti itu akan banyak energi matahari
yang dapat diserap dan membuat kapal melaju lebih lama,” jelas Elieser.

Sebagai
dosen pembimbing, ia berharap agar produk ini dapat direalisasikan di
masyarakat. Selain itu, dapat memberikan solusi pada di masyarakat.

“Jika
kemudian hari mereka bekerja nantinya tetap bisa menghasilkan sebuah
karya yang mengandalkan sumber daya alam menjadi sebuah energi
terbarukan,” harap Elieser. [*].

Sumber, Berita jatim 

Komentar