YLKI: Meminta Menteri ESDM Jangan Bandingkan Freeport dengan Industri Rokok

Berita47 Dilihat
JAKARTA, SriwijayaAktual.com Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi,  meminta
Menteri ESDM Ignasius Jonan tidak membandingkan setoran pajak PT
Freeport dengan industri rokok. 
“Menteri ESDM untuk tidak membandingkan masalah Freeport karena
akan membuat membuat industri rokok makin besar kepala,” kata Tulus
dalam pernyataan tertulisnya yang disebar ke wartawan, Rabu (22/2/2017) dikutip dari rimanews.
Pada saat menghadiri Workshop dan Kuliah Umum Capacity Building
Energi Baru Terbarukan (EBT) di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang
(UMM), Jonan menyebut penerimaan negara dari PT Freeport Indonesia hanya
Rp 8 triliun, jauh lebih sedikit dibanding dengan industri rokok
sebasar Rp 139,5 triliun.  
Jonan menyampaikan pernyataan itu, menanggapi ancaman Freeport
yang akan membawa permasalahan izin tambang ke arbitrase internasional.
Freeport menilai Indonesia tak adil lantaran menerbitkan aturan yang
mewajibkan perubahan status kontrak karya (KK) ke izin usaha
pertambangan khusus (IUPK). 
Baca Juga Ini; Menteri ESDM RI Ignasius Jonan: ‘Freeport Rewel Banget’
 
Tulus menyebutkan, setoran yang diterima negara dari industri
rokok bukanlah dari perusahaan, melainkan masyarakat yang sehari-hari
menghisap rokok. “Karena cukai dibayar perokok,” ujar Tulus. 
Selain itu, YLKI menyambut baik perlawanan pemerintah terhadap
Freeport, namun membandingkan dengan industri rokok sangat menyesatkan.
Industri rokok sejauh pengetahuannya juga melakukan perlawan terhadap
regulasi yang dibuat pemerintah. 
“Bahwa industri rokok di Indonesia bukan hanya rewel, tetapi
justru melakukan perlawanan terhadap regulasi itu sendiri. Industri
rokok adalah industri yang paling bandel karena tidak mau diatur
pemerintah. Itulah perilaku industri rokok besar di Indonesia yang acap
melakukan perlawanan dan pembangkangan terhadap regulasi dan kebijakan
pemerintah,” tandas Tulus. (*)

Komentar