oleh

Bang Yos Berterima Kasih ke Anies yang Telah Mewujudkan Mimpinya Membangun JIS

JAKARTA, Sriwijaya Aktual – Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Anies Baswedan karena telah mewujudkan mimpinya membangun stadion bertaraf internasional Jakarta Internasional Stadion (JIS).

Dia mengatakan, stadion yang dibangun Anies itu merupakan salah satu cita-cita yang direncanakan sejak menjadi Gubernur tahun 1997 silam.

“Tentu saja saya terima kasih lah ya sama dia (Anies). Karena ini salah satu mimpi lagi. Salah satu mimpi saya. Karena ini ibu kota negara ya dan saya merenung-tenung waktu saya jadi gubernur itu,” katanya dalam dialog virtual Karni Ilyas Club, Kamis malam (31/12/2021).

Stadion JIS kata dia, bisa jadi markas klub sepak bola ibu kota, Persija Jakarta. Dulu, kata dia, tim ‘Macan Kemayoran’ julukan untuk tim Persija bukanlah klub bola yang diperhitungkan di Tanah Air. Salah satunya karena tak memiliki stadion. Sementara dia menganggap sepak bola merupakan olahraga yang menyatukan masyarakat. Apalagi saat itu, ibu kota dihadapkan dengan huru-hara politik menjelang lengsernya Soeharto.

“Waktu saya jadi gubernur tahun 1997, itu namanya Persija itu sebenarnya kesebelasan di pinggir kali. Nggak diperhitungkan lah. Sementara saya menganggap sepak bola ini penting bukan saja olahraganya atau penggemarnya banyak, tapi dia bisa menyatukan. Terus saya melahirkan dan membidani namanya Jakmania. Itu suporter paling fanatik,” ujarnya.

Bang Yos, sapaan akrabnya Sutiyoso, lalu bercerita. Dulu, dia menagih kompensasi dari perusahaan-perusahaan yang ada di Jakarta. Hasilnya, perusahaan-perusahaan itu membebaskan tanah Taman BMW. Tanah Taman BMW yang jadi lokasi pembangunan Stadion JIS itu lalu diserahkan padanya pada akhir masa jabatannya tahun 2007.

“Sekarang dibangun oleh Anies, jadi JIS itu dan saya tentu saja gembira saya saking penasarannya sudah meninjau ke sana, dan cuma memang belum 100 persen lah. 90 persen,” katanya.

Dia juga mengaku Jakmania lahir atas inisiasinya. Di sana, bergabung anak-anak muda. Kata dia, mereka mewakili orang Batak, Padang, Jawa dan orang Sunda. Semuanya bergabung di Jakmania. Agamanya juga berbeda-beda. Bersatunya anak muda Jakarta itu menjadi impiannya sebelum membentuk dan membidani lahirnya Jakmania.

“Ini menyatu. Ini tujuan saya dan saya rasa sekarang ini jumlahnya sudah 100 ribu lebih anggotanya. Dan waktu itu Persija tidak punya lapangan sendiri. GBK itu kan bukan lapangan Persija. Itu punya pemerintah pusat,” katanya. (*akurat)

 

Komentar

Banyak Berita Terhangat Lainya